Nara baru sampai apartemen pukul 23.38.
Perjalanan dari Bandung membuat tubuhnya terasa seperti koper yang terlalu lama diseret di lantai kasar. Rambutnya bau asap tol. Kaosnya lembap oleh hujan yang sempat turun di rest area terakhir.
Di depan pintu unit, ia berhenti.
Ada kardus kecil di lantai.
Di atasnya tertulis dengan spidol hitam:
1107 — barang tertinggal laundry
Nara mengangkat kardus itu masuk.
Isinya tidak banyak.
Satu kaus hitam yang bukan miliknya.
Satu handuk kecil.
Satu kaus kaki bayi.
Dan sebuah kemeja putih pria yang sudah menguning di bagian kerah.
Mungkin salah sortir.
Mungkin milik penghuni lain.
Nara hendak menutup kardus itu ketika melihat selembar kertas kecil terselip di saku kemeja.
Nota laundry lama.
Nama pelanggan sudah pudar.
Tanggalnya dua tahun lalu.
Ia menatap kemeja itu beberapa detik.
Aneh, bagaimana pakaian bisa bertahan lebih lama daripada beberapa hal yang pernah dianggap penting oleh manusia.
Ponselnya bergetar.
Dari Kevin:
Thanks buat hari ini. Besok nggak usah masuk pagi. Istirahat dulu aja.
Nara membaca pesan itu.
Tidak membalas.
Lalu pesan lain masuk.
Dari Mira:
Udah sampai rumah
Nara mengetik:
Udah. Capek.