Menurutku, ada aroma tertentu yang menandakan kalau hidupmu bakal berubah dari film horor dalam waktu singkat. Bukan bau bangkai tikus atau bau koas kaki yang jamuran, tapi bau kabel tembaga yang lagi "nangis" karena disiksa listrik. Tajam, bikin pusing, dan baunya... bau duit jutaan rupiah yang hangus sia-sia.
Aku berdiri di depan mesi cuci tabung merek Wuzz milik Mama. Di saku celanaku ada obeng, dan di kepalaku ada kacamata renang. Kenapa pake kacamata renang? Ya buat jaga-jaga kalau mesinnya meledak dan nyemburin air detergen ke mataku. Keamana itu nomor satu kawan.
"Ragha! Kamu ngapain lagi di sana?!" suara Mama teriak dari dapur. Suaranya balapan sama bunyi bip... bip... kulkas yang sensornya aku rusak semalam.
"Nggak ngapain, Ma! Cuma lagi ngecek putaran turbin! biar baju kita nggak cuma bersih, tapi secepat kilat!" teriakku balik.
Jujur ya, aku nggak peduli soal baju bersih. Masalahnya itu ada di jadwal keramat Kak Siska yang aku intip semalam. Di situ tertulis: Pukul 06.15: Persiapan Sekolah. Artinya, dia harus pakai seraam yang licin dan wangi. Kalau aku bikin mesin cuci ini mogok malam ini, seragamnya bakal terjebak di dalam tabung dalam kondisi basah kuyup dan bau apek.
Tanpa seragam, dia nggak bisa berangkat pagi-pagi sekali. Kalau dia nggak berangkat pagi, dia nggak punya waktu buat menyelinap ke ruangan guru buat balikin gantungan kunci Bu Lestari yang dia curi.
Aku butuh dia tetap di rumah. Dan mesin cuci ini harus jadi tumbal.
"Oke, Snowy," bisikku ke kucing hijau Pak RT yang entah kenapa malah asyik nungguin aku di bawah meja. "Siap-siap lihat keajaiban."
Aku menekan tobol Start.
Wung... wung... wung...
Awalnya sih suaranya normal. Tapi karena aku sudah menyambungkan kabel dinamonya ke aki motor bekas yang aku temukan di guang, putarannya jadi makin gila.
WUNGWUNGWUNGWUNG!
Mesih itu mulai joget-joget, Lantai dapur rasanya kayak mau belah kena gempa. Aku sengaja masukin segenggam baut besi ke dalam tabung biar suaranya makin dramatis. Klonthang! Pretek!
"Ragha! itu suara apa?!" Mama lari ke dapur.
Tepat saat Mama muncul, tiba-tiba suara CETAR! kencang banget. Ada percikan api biru, lalu - presss - asap hitam keluar dari sela-sela tutup mesin cuci. Lampu dapur kedip-kedip sebentar terus mati total. Gelap cuma bau sangit yang memenuhi ruangan.