TEQUILA

Cloudslyy
Chapter #3

Chapter 3. One Night Stand

Riuh jalanan dengan langit yang sepenuhnya gelap menyambut Khalid yang keluar bersama dengan Theresia, wanita itu sudah setengah sadar dengan banyak celotehan yang membuat Khalid sedikit kesusahan. Melihat majikannya kerepotan membawa seorang wanita didalam pelukan, Marco menghampiri Khalid berusaha membantu, namun Khalid menolak. Pria itu berusaha sendiri membawa Theresia masuk ke dalam mobil.

Perjalanan yang seharusnya ditempuh tidak panjang sampai ke Son Vida itu terasa sangat lama saat Theresia terus berada dengan jarak dekat dengannya, semua orang tau bagaimana Khalid, dia bahkan tidak bisa menahan dirinya sendiri, apalagi saat seorang wanita seperti Theresia berada dalam pelukannya.

Beberapa kali Marco memperhatikan majikannya dari kaca diatas dan Khalid menyadarinya.

”Jika tidak ingin dipecat karena terlalu ikut campur, lebih baik fokus saja pada jalanan didepan.”

”Maafkan saya tuan.”

Khalid tau jika Marco memperhatikannya itu bukan karena penasaran mengenai kelakuan pria dan wanita, melainkan pasti pria itu mendapatkan tugas dari Winston untuk mengawasinya.

Mobil itu akhirnya berhenti di depan villa, tanpa bantuan siapapun pria itu membawa Theresia keluar dari mobil.

Khalid memeluk pinggang Theresia, membawanya masuk ke kamar miliknya yang ada di lantai dua. Hubungan mereka sudah lama sekali, tidak dan bukan, mereka tidak pernah ada hubungan apapun. Khalid hanya pernah menyapa dan berbincang dengan Theresia dalam satu waktu, tidak ada yang tidak mengenal anak baru kelas 10 yang sudah menarik perhatian satu sekolah.

Tangan Theresia memegang pipi Khalid lembut dengan mata yang sudah setengah sadar, wajahnya memerah, namun justru itu yang semakin membuatnya nampak sangat cantik.

I hate everything…” racau Theresia sambil tersenyum tipis.

Khalid mengabaikan, ketimbang Theresia yang sudah kehilangan akal sehat, ia masih cukup baik untuk berpikir normal. Pria itu menidurkan Theresia di atas ranjang, menutup tubuh Theresia menggunakan selimut. Namun belum sempat Khalid pergi, Theresia kembali memeluk lehernya, kali ini benar-benar dekat dan dia tidak bisa menjamin bahwa Khalid akan menjauh.

”Ther…”

”Kamu juga tidak menyukaiku?”

”Kamu mabuk.”

I know.”

Wanita itu mendekatkan kepalanya dan mencium bibir Khalid, sebuah ciuman yang semula hanya lumatan itu berubah menjadi sangat liar. Perlahan Khai naik keatas ranjang dan berada tepat diatas Theresia. Ciuman mereka terlepas sejenak, namun tatapan hangat Theresia benar-benar membangkitkan Khalid, mereka berdua menginginkan malam itu, lebih dari sekedar ciuman.

Lihat selengkapnya