TEQUILA

Cloudslyy
Chapter #4

Chapter 4. Money can buy anything

Mobil milik Khalid berhenti di sebuah cafe bar yang baru saja buka, Khalid tidak akan lupa sosok yang sangat mencolok diantara yang lain, Theresia. Wanita itu nampak sangat sibuk mengerjakan sengaja hal dengan rambut pinknya yang di gulung sembarangan, namun justru itu lah yang menarik darinya dan Khalid tidak bisa berhenti memandanginya dari jauh. Beberapa menit berlalu dan langkah kaki Khalid akhirnya memutuskan untuk masuk, melihat meja kosong dan memanggilnya, tentu saja Theresia yang datang menghampiri dengan wajah sedikit terkejut karena melihat Khalid lagi.

“Kamu-” Theresia terdiam sejenak, namun kemudian tersenyum manis layaknya pelayan yang memang menunggu pelanggan untuk memesan, Theresia sudah siap dengan buku catatan kecil dan pulpen ditangannya.

Khalid memperhatikannya dengan lekat kemudian mengambil buku menu untuk memesan beberapa makanan ringan dan juga minuman. 

Café con leche and… tostada con tomate,” Khalid menutup buku menu kemudian memperhatikan Theresia kembali, “kamu sudah makan?”

Pertanyaan Khalid mengalihkan perhatian Theresia dari buku kecilnya, terlihat jelas bahwa wanita itu gugup dan tidak tau ingin mengatakan apa sejak melihat Khalid disana.

Tidak ada jawaban apapun, Khalid menepuk kursi yang berada di sebelahnya meminta Theresia untuk menemaninya.

“Tenang saja, aku sudah mendapatkan izin untuk mengambil waktumu.” Ucapan Khalid bersamaan dengan pelayan lainnya menghampiri Theresia untuk mengambil alih pekerjaan wanita itu.

Theresia hanya mengikuti apa yang temannya katakan, bukan karena ucapan Khalid. Wanita itu pikir semalam itu sudah selesai sejak ia meninggalkan villa mewah milik Khalid, nyatanya salah. Khalid bahkan bisa menemukannya ditempat ini dan mereka tengah duduk bersama satu meja, menikmati makanan yang bisa ia hidangkan kepada pelanggan, bukan untuk ia makan sendiri.

Tatapan Khalid kearah Theresia, lagi-lagi membuat wanita itu kurang nyaman dan Theresia mungkin mengakui bahwa wanita itu semalam teralalu open sharing hanya karena bertemu dengan orang dari negara yang sama dengannya, masalahnya itu Khalid- Khalid Demian, satu-satunya orang yang akan ia hindari seumur hidupnya.

“Bisa kamu jelaskan kenapa pergi tanpa mengatakan apapun?”

Theresia sedikit bergerak dari posisi duduknya yang kurang nyaman, “Aku harus bekerja.”

“Berapa?”

“Maksudnya?”

“Berapa banyak uang yang kamu butuhkan? Kamu bisa bekerja denganku, aku bisa memberimu 10 kali lipat dan jika kamu meminta lebih, aku bisa memberikannya.”

Theresia tertawa kecil mendengar ucapan Khalid, seakan menyesali banyak hal karena bertemu dengan pria itu, “kamu pikir aku wanita murahan seperti yang lain? Aku tidak butuh uangmu dan aku masih bisa mencari sendiri.” Theresia hampir meninggalkan Khalid, sebelum pria itu menahan lengan Theresia.

Caranya salah, Theresia berbeda dari wanita yang gampang ia tawari uang.

“Sorry… maksudku, bagaimana jika…” Khalid sedikit berpikir, “kamu menjadi tour guide ku selama berada disini? Aku bisa memberikan upah yang sepadan.”

“Hah?”

“Aku tidak bisa menggunakan bahasa spanyol, dan aku rasa kamu yang bisa membantuku.”

Theresia menyipitkan matanya, berusaha mencari alasan lain dimata Khalid dan pria itu tidak cukup meyakinkan untuk jujur.

“Marco tidak dibayar untuk menjadi tour guide, jadi jika kamu mau membantuku mungkin itu jauh lebih baik.”

“Aku akan memikirkannya.”

Lihat selengkapnya