TEQUILA

Cloudslyy
Chapter #5

Chapter 5. Seductive

Khalid mematikan rokok saat kedatangan Theresia dengan satu koper kecil berwarna pink yang ia tarik dari salah satu rumah diantara bangunan-bangunan padat dan banyaknya orang berlalu lalang didepannya.

Marco langsung menghampiri Theresia untuk membantu wanita itu membawa koper dan memasukkan ke bagasi mobil. Tidak ada kata apapun yang keluar dari bibir keduanya, namun mata mereka seakan saling membanca keadaan masing-masing. 

Theresia masuk kedalam mobil bersama dengan Khalid duduk di bangku penumpang belakang, saat akan masuk kedalam mobil, Khalid menghantikan Marco yang juga akan masuk ke kursi kemudi.

“Jangan masuk sebelum aku perintahkan.” Tegas Khalid yang kemudian masuk kedalam mobil membiarkan Marco berjaga di luar.

Pandangan Khalid dan Theresia bertemu, keduanya terdiam sejenak tanpa mengalihkan perhatian.

Fuck!” Khalid menarik Theresia kearahnya, mencium bibir wanita itu dengan sangat rakus, tangannya menyentuh pipi dan leher Theresia untuk memperdalam ciuman mereka.

Napas keduanya terengah, tanpa menjauhkan wajah, mata yang terpejam itu perlahan mulai terbuka dan saling memandang hangat.

Khalid mengangkat tubuh kecil Theresia kedalam pangkuannya, pria itu tidak mengatakan apapun selain kembali mencium bibir Theresia lebih intens dan menuntut. Tangannya tidak diam saat sentuhan demi sentuhan mengenai kulit Theresia yang terekspos.

Cetak

Khalid menepaskan kancing celana yang Theresia kenakan, bersamaan dengan ciuman itu yang terlepas. Tanpa mengalihkan perhatiannya pada Theresia, jari tangan Khalid menyntuh bibir Theresia, sedikit membuat bibir indah itu terbuka. Dua jari tangan Khalid masuk kedalam mulut Theresia, membiarkannya basah.

Mata Khalid masih memandang fokus yang sama, wajah Theresia yang merona sedikit memerah, tangan Khalid bergerak masuk kedalam celana yang Theresia kenakan, jarinya menyentuh area sensitif wanita itu. Sangat lembut hingga terdengar sedikit lenguhan dari bibir Theresia, bibirnya sedikit terbuka, desahan kecil lolos saat Khalid memasukkan jarinya kedalam area sensitif wanita itu.

“Khalid…” suara itu terdengar sangat basah yang semakin membuat Khalid kehilangan akal.

“Aku tidak bisa berhenti jika kamu menatapku seperti itu Ther.”

Theresia mendekatkan wajahnya, mencium bibir Khalid lagi, penuh balasan dan saling memuaskan hingga ciuman keduanya terlepas.

Khalid tersenyum kecil sambil mengeluarkan tangannya dari dalam celana Theresia, “I want to put it in, but now isn’t the right time.” 

Lihat selengkapnya