Terakhir Kali Kita Tidak Jadi Asing

Ahmad Wahyudi
Chapter #3

Nama yang Masih Tersimpan

Bus yang tadi terlihat dari kejauhan kini berhenti tepat di depan halte.

Pintunya terbuka.

Beberapa orang naik. Beberapa turun. Dunia bergerak seperti biasa.

Kita tidak.

“Kamu naik?” tanyamu.

Aku menggeleng pelan.

“Bukan rute-ku.”

Padahal dulu, ke mana pun arahnya, asal bersamamu rasanya selalu benar.

Pintu bus menutup. Kendaraan besar itu pergi meninggalkan semburan air dan suara mesin yang perlahan menjauh. Hening kembali turun di antara kita.

Hujan mulai lebih pelan. Rintiknya seperti sisa tangis yang tidak ingin dilihat siapa-siapa.

“Kamu… masih pakai nomor yang lama?” tanyamu tiba-tiba.

Pertanyaan sederhana. Tapi jantungku berdegup aneh.

“Iya,” jawabku. “Masih.”

Kamu mengangguk, lalu tersenyum kecil.

“Aku nggak pernah hapus.”

Aku menoleh. “Nomorku?”

Lihat selengkapnya