Terapi

Archie Noir
Chapter #13

Bagian 12

Beberapa jam kemudian di sebuah ruangan dengan papan nama "Ruangan Reserse" berkumpul beberapa orang. Di sana ada Ahmad Sufyan dan beberapa anggota timnya seperti Adi, Farhan, Aziz dan Rina. Lima orang tim Jatandras ini sekarang sedang terlibat kasus yang rumit, aneh dan membingungkan. 

"Baiklah, apa sudah semua kalian bawa kasus-kasus lama itu?" tanya Sufyan. 

"Siap, sudah, Ndan," ucap semua. 

Tangan Sufyan dengan cekatan mengatur papan penyidikan yang ada di depannya. Menempelkan foto-foto para korban dan mengelompokkannya kepada kasus-kasus yang sudah terjadi selama beberapa dekade. Semuanya adalah kasus kematian paradoks, dimana satu korban dibunuh dengan sadis dan satu lagi korban dibuat seperti sedang menyaksikan pembunuhan itu. Dan secara mengejutkan dalam dua dekade ada 15 kali pembunuhan yang ditemukan dan masuk ke laporan kepolisian. Namun, sayangnya tim penyidik tidak menemukan kasus ini berhubungan satu dengan yang lain. Hal ini dikarenakan semua korban tidak terhubung, teknik pembunuhannya berbeda dan korban kedua baru ditemukan sehari atau dua hari setelahnya dan dianggap tidak terkait. Hanya dua saja dari 15 kasus yang mana korban keduanya ditemukan pada waktu yang sama. 

"Wah, komandan. Apa ini?" Farhan menelan ludah menyaksikan papan penyidikan itu. Dia sangat takjub bagaimana Sufyan mengatur berkas-berkas itu ke papan. Foto-foto para korban juga terpampang rapi. Dan semua kasus itu ditarik ke sebuah benang yang mengarah ke sebuah gambar siluet orang.

"Aku jelaskan secara ringkas. 15 kasus ini luput dari pengawasan tim Jatandras selama ini. Ini sudah dua dekade dan kemungkinan kasus-kasus seperti ini masih banyak, tapi ini yang masuk ke laporan kita. Ini pembunuhan berantai. Kalian tahu polanya?"

Seluruh anak buahnya menggeleng, kecuali Rina. Polwan itu mengangkat tangan. "Tanya komandan, kenapa komandan menggabungkan beberapa kasus menjadi satu?" Rina menunjuk ke sebuah kasus yang dijadikan satu ke dalam himpunan kasus nomor 3, 4, 5, 6, 7, 9, 10, 11 dan 13. 

"Pertanyaan yang bagus. Ini karena kasus nomor 3 ini seharusnya adalah satu kasus, bukan 2 kasus berbeda. TKP sama atau kurang lebih berjarak beberapa meter aja dari TKP awal dan baru diketemukan dua hari setelahnya. TKP awal berada di sebuah rumah terbengkalai, lalu dua hari kemudian di seberang jalan TKP pertama sebuah mayat ditemukan dengan kondisi leher dipaksa ditekuk menghadap ke arah TKP awal. Baru ketemu setelah orang-orang menyadari ada yang aneh sebuah mobil terparkir selama 2 hari di dekat TKP awal. Dan beberapa kasus yang kamu sebutkan tadi seperti ini juga," jelas Sufyan. 

"Psikopat mana yang melakukan hal seperti ini?" gumam Aziz, "sudah mirip serial detektif saja."

"Yang jelas, kalian akan terkejut kalau seluruh korban yang ada di TKP awal adalah orang-orang yang bermasalah oleh hukum atau diduga terlibat permasalahan dengan hukum. Mereka adalah preman, pemerkosa, koruptor, pencuri, perampok, dan pembunuh. Sedangkan korban lain di TKP kedua selalu orang tidak dikenal atau sidik jarinya dirusak atau orang yang tidak pernah dicari oleh keluarganya meskipun sudah disebarkan foto-foto mereka," terang Sufyan. 

Lihat selengkapnya