Blurb
Ketika kabut merah merayap di atas permukaan air Musi, maut datang tanpa suara—meninggalkan raga-raga kosong tanpa setetes darah pun.
Di balik ketenangan aliran Sungai Musi, tersimpan kutukan kuno yang mulai bangkit. Rawa-rawa yang dulunya damai kini berubah menjadi kuburan massal yang mengerikan dan diselimuti misteri mencekam.
Di tengah teror yang melanda, takdir mempertemukan Arka, seorang pemuda berwajah hangat dengan balutan busana pendekar Melayu songket Palembang yang mewah serta jam tangan unik, bersama Tera, gadis jelita berbusana pendekar muslimah yang menggenggam keris kecil bermotif bunga teratai. Bersama para pendekar dan pengintai tangguh lainnya, mereka melangkah masuk ke dalam pusaran konspirasi mematikan demi memburu dalang di balik teror berdarah dan Kitab Teratai Berdarah.
Ketika jebakan terbentang, pengkhianatan mengoyak kepercayaan, dan kesaktian tenaga dalam berbenturan di tengah latar rawa yang dipenuhi mekarnya bunga teratai...
Mampukah mereka bertahan hidup dan menyingkap tabir kegelapan, atau justru menjadi korban berikutnya dari kutukan yang haus darah?
Temukan kisah selengkapnya dalam Seri 1: Teratai Berdarah di Rawa Musi karya Amar Lubay.