TERGILAS RODA

Eddy Cahyo Tutuko
Chapter #7

Perjamuan Makan Malam


Setibanya di kantor kelurahan, mendapatkan kembali gerobak dorong dalam keadaan masih utuh, juga barang-barang bekas didapat seharian.

Lebih mengagetkan lagi sudah terpasang di gerobak kedua roda ban barunya dilakukan oleh warga setempat.

"Sekali lagi kami sekeluarga mengucapkan banyak terima kasih atas bantuan jerih payah sampai harus begadang semalaman ini. Tidak ada apa pun yang bisa kami berikan selain doa tulus. Semoga Allah membalasnya."

"Tidak usah risaukan kami, yang penting Bapak, Ibu, Ayu, dan Ragil sudah dapat berkumpul kembali."

"Kalau begitu, kami pamit dulu. Sekali lagi tolong jaga keluarga Bapak sebaik-baiknya."

Ayu dengan polosnya nyeletuk, "Jadi kita ke Muara Baru, Om, lihat ikan-ikan laut di sana?"

Rupanya Ayu teringat akan janji Rayhan berencana mau mengajak Ayu dan Ragil.

"Ayu! Jangan malu-maluin," hardik Ibunya.

"Ya ampun, Om sampai lupa pernah berjanji mengajak kalian. Kenapa tidak!" memastikan.

"Ayu sama Ragil mau main ke rumah,Kakak?"

"Mau, mau banget. Kak, Ayu mau juga, kan?"

"Maafkan anak-anak sudah berani lancang begitu. Lagian mana pantas orang seperti kami ini ke rumah, Neng"

"Tidak apa-apa, Ibu, namanya juga anak-anak. Kita semua sama-sama makhluk ciptaan dari Allah, tidak ada perbedaan di mata Allah. Bagaimana, Pa, kapan kita ajak mereka? Sekalian Bapak, Ibu ikut."

"Ini alamat rumah kami. Bapak pernah lewat kompleks perumahan ini? Kalau bisa datang ke sana, nanti saya pesankan sama Security agar Bapak dan sekeluarga diperbolehkan masuk."

"Ini ada sedikit rezeki untuk berobat jalan Ibu dan Ayu agar tidak terjadi infeksi nantinya. Ayu, Ragil, Kakak pamit dulu, ya. Jaga Bapak, Ibu baik-baik,"

"Terima kasih Om, Kakak," Ayu menanggapinya.

Sepeninggal pasangan Rayhan dengan Alesha yang sepertinya dikirim oleh Malaikat. Sunarto bersatu kembali bersama keluarga dan gerobak dorong miliknya.

"Kok masih ada orang sebaik itu di zaman sekarang ini, Pak?" merasa tidak habis pikir.

"Bapak juga tidak tahu, kita syukuri saja. Bagaimana kejadian awal mulanya sampai Bu Ne bisa diganggu anak jalanan itu?"

"Nggak tahu juga, Ibu tiba-tiba saja mereka datang mengerubungi terus menawarkan Ibu jadi pengamen. Karena Ibu menolak, mereka berniat mau memperkosa Ibu sama Ayu. Beruntung pasangan suami istri itu datang, malah sampai dikeroyok segala suaminya itu, Pak. Akhirnya polisi datang,"

"Iya, Pak, mereka kejam sekali sama Ibu."

"Anggap saja cobaan dari Allah, Bu Ne, untuk kita. Semoga ke depan nanti tidak akan terjadi seperti barusan Bu Ne, Ayu alami."

"Tapi bagaimana, Pak, seandainya mereka nanti mengganggu kita lagi? Takutnya kelompok itu dendam sama. Bisa juga dengan kedua pasangan itu, Pak?"

Mengernyitkan dahi, ada sebersit kekhawatiran bisa saja itu terjadi seperti itu. Apa lagi mereka nanti sudah bebas dari penjara.

"Jangan pikirkan tentang itu, Bu Ne. Bapak berjanji akan berusaha mati-matian menjaga keselamatan Bu Ne dan anak-anak. Nyawa pun akan Bapak pertaruhkan!"

"Iya, Pak. Semoga saja tidak terjadi hal seperti itu."

"Coba kalau Ragil sudah besar nanti, Ragil bakal hajar berani-beraninya mengganggu Emak sama Kakak Ayu," sambil memperagakan jurus silat asal-asalan.

"Memang Ragil berani?" Ibunya menanggapi

"Beranilah, Mak. Anak siapa dulu," gaya centilnya mulai keluar.

Lihat selengkapnya