TERGILAS RODA

Eddy Cahyo Tutuko
Chapter #16

Berpacu Dengan Waktu

Rayhan tidak terima istrinya dilecehkan.

"Jangan begitu ngomong sama wanita, Bang. Hormati sedikit, kami datang kemari baik-baik atas undangan Sumanto. Siapa di antara kalian bernama Sumanto?" 

Merasa dirinya disebut, langsung menghampiri Rayhan, "Lo nyariin gue? Nih gue yang namanya Sumanto," sambil menunjuk dadanya, "Memang gue mengundang lo semua datang ke mari."

"Gue Rayhan, ini istri gue, Alesha. Bapak itu Sunarto, suami dari ibu dan anak-anak yang kalian culik. Sebagai tamu, tolong hormati. Kita bisa ngomong baik-baik."

"Rayhan, Alesha. Hmm ... rasanya kita pernah ketemu di mana ya?"

"Enggak usah basa-basi, Bro, kita langsung saja. Kita bertiga mau menjemput istri dan anak dari Bapak Sunarto sesuai pesan undangan lo kirim."

"Oke! Gue akan tepati janji, tapi tidak semudah itu ada syaratnya."

"Maksud lo? Lo mau minta tebusan? Berapa lo minta?" 

"Sombong kali nih orang, kayak anak jutawan saja. Dengar baik-baik, gue enggak butuh uang. Gue cuma butuh kalian bertiga sebagai tebusan ibu sama dua anaknya itu." 

Alesha menyela, "Maksud Abang?"

Jawaban dari Sumanto tidak terduka, "Lo pasti datang kemari sama Bimo adik lo, iya kan? Bawa pasukan buat nyerbu kemari. Gue juga tahu pasti ada kamera sama penyadap suara disembunyiin. Banyak intel berkeliaran di sini. Kagak ngaruh, Bro buat gue! Biar semua ikut lihat dengerin omongan gue. Lo kira gue bisa dibodohin sama kalian, lo semua? 

Sumanto lalu membuka mantel, memperlihatkan tangannya yang cacat akibat terjangan peluru dilesakkan anak buah Bimo saat kejadian penyaderaan di depan toko beberapa bulan yang lalu.

"Lihat tangan gue ini perbuatan siapa? Gua mau kasih pelajaran buat kalian semua. Termasuk Bimo adik lo, Paham!" sambil membentak Rayhan.

Hampir saja Rayhan tidak bisa menguasai emosinya nama adiknya disebut, dicegah oleh Alesha.

Percakapan baru saja didengar dari bibir Sumanto mengagetkan seisi ruang pos komando. Termasuk Bimo begitu beraninya melecehkan aparat juga kakaknya. Penasaran dengan apa yang akan diutarakan selanjutnya?

Sumanto meneruskan lagi, "Gue enggak akan ingkar janji. Lo, Rayhan, sama bapaknya anak-anak itu, gue kasih kesempatan silakan ambil sendiri dalam bunker. Cari di mana tempatnya, masih di sekitar sini. Coba, gimana kurang baiknya gue menyambut tamu?"

Situasi kurang menguntungkan di mana Sumanto memegang kendali penuh bahan peledak sudah terpasang dalam bunker, membuat semua orang menahan diri untuk bertindak.

Sepertinya tidak masuk akal mempersilakan Rayhan dan Sunarto menjemput, mengambil sendiri sandera dalam bunker. Bagaimana dengan Alesha, kenapa tidak diikutsertakan menjemput?

Lihat selengkapnya