TERGILAS RODA

Eddy Cahyo Tutuko
Chapter #23

Ujian Mental

Ayu dan Ragil dibimbing oleh pengasuhnya masuk ke dalam di bawah tatapan mata puluhan penghuni asrama yang terdiri dari berbagai usia.

"Mulai dari sekarang kalian tidak bisa lagi tinggal bersama. Penghuni laki-laki dan perempuan dipisahkan. Nanti Ragil di situ, Ayu di sana," kata pengasuh sambil menunjuk gedung saling berseberangan.

Berdetak jantung Ayu dan Ragil. Baru beberapa menit saja berpisah dari kedua orang tuanya, kini harus menerima kenyataan pahit lagi.

Keduanya harus dipisahkan meskipun kakak beradik, tidak dikecualikan. Memang sudah seperti itu peraturan ketat yang diterapkan di yayasan, di mana siswa perempuan dan laki-laki menempati gedung tersendiri untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.

Keduanya tidak menyangka seperti ini dipikir masih bisa bercanda berkumpul bersama dalam satu ruang.

"Kak! Ragil takut."

"Jangan takut, Dik. Kan masih ada Kakak Ayu di sini."

"Siapa yang menemani Ragil tidur nanti, Kak?"

"Nanti banyak teman-teman baru Ragil di sana."

Pada kenyataannya, di hari pertama memasuki asrama, bergabung dengan banyak orang dewasa dan anak-anak yang belum pernah dikenalnya sungguh sangat menyiksa.

Pengelola yayasan memberlakukan peraturan dan disiplin yang ketat. Siswa pria dilarang keras memasuki asrama gedung siswa wanita, demikian pun sebaliknya. Mereka bisa berkumpul di saat diadakan upacara bendera seminggu sekali atau di saat melakukan kegiatan olahraga di lapangan.

Satu kamar dihuni empat orang dengan tempat tidur bertingkat. Penghuni disesuaikan dengan umurnya masing-masing. Tidak ada meja dan kursi di kamar tidur, jadi kalau mau belajar di tempat tidur itu saja. Waktu jam tidur ditetapkan pukul 21.00 malam, bangun jam 05.00 pagi.

Waktu belajar dimulai dari jam 07.00 pagi sampai dengan jam 15.00 siang, sudah termasuk kegiatan olahraga dan yang lainnya, tidak boleh menggunakan ponsel. Semua perlengkapan sekolah sudah disediakan, mulai dari tas, buku, alat tulis, sampai sepatu.

Makan diberikan tiga kali sehari dengan menu cukup memadai. Berbagai kegiatan olahraga tersedia seperti meja pingpong, bulu tangkis, basket, dan voli.

Pada awalnya tidak semua orang menyambut dengan baik. Beberapa di antaranya menampakkan wajah yang sinis dan terasa sekali merendahkannya. Padahal mereka sendiri dari kalangan yang tidak jauh-jauh amat bedanya. Namun, karena merasa sudah lama menghuni dalam asrama ini, mereka terkesan tidak ramah kepada pendatang baru.

Lihat selengkapnya