Tergoda Pesona CEO Galak

Fitri Wardani
Chapter #1

Chapter 1

Memberikan Penawaran

*****

" Ayuna? Apa kamu masih perawan?" Tanya Mahesa. Pertanyaan itu berhasil membuat tubuh Athalia tertegun di tempatnya.

" Memangnya kenapa anda bertanya seperti itu, Pak?"

" Aku pastikan adikmu akan mendapatkan perawatan sampai sembuh. Tapi kamu harus jadi teman tidurku selama satu bulan." Ucapnya, bola mata Ayuna membeliak seketika. Dia tidak menyangka Theo akan memberikan penawaran seperti itu.

Ayuna memang sangat tahu lelaki seperti apa Theo. Dia adalah perwujudan sempurna laki - laki dalam hal fisik. Wajahnya tampan dan tegas, mata abunya selalu bisa membius siapa saja. Kecuali Ayuna yang baru saja bekerja selama satu tahun di Anderson Company.

Setiap minggunya, Ayuna kerap melihat para model papan atas yang bergantian datang ke ruang kerja Theo. Tujuan mereka tentu saja untuk berkencan. Ayuna tidak merasa heran dengan hal itu.

Theo dengan paras tampan serta kekayaannya mampu menarik wanita kelas atas ke ranjangnya jika dia mau. Melihat wajah tampan nya saja, wanita itu akan langsung terpikat dalam sekejap mata. Mungkin hanya Ayuna saja di kantor itu yang tidak tertarik pada Theo.

Hari ini Ayuna memberanikan diri datang ke ruang kerja Theo, menunduk di depannya untuk meminjam uang. Ayuna pun mengatakan jika uang itu akan di gunakan untuk biaya transplantasi adiknya yang menderita leukimia.

Tetapi jawaban lancang itu lah yang di berikan Theo, membuat wajah Ayuna memerah dengan tangannya yang terkepal marah.

" Anda memang bos ku. Dan aku tahu dengan uangmu, bapak bisa menghabiskan waktu dengan wanita mana saja yang bapak inginkan. Tapi aku bukan mereka. Lancang sekali bapak bicara seperti itu padaku. Bapak pikir bisa dengan mudah menjerat miskin sepertiku ke atas ranjangmu? Itu tidak akan pernah terjadi, pak." Tegasnya menggerakkan gigi.

" Kenapa tidak? Kamu tahu? Sejak kecil, aku sudah terbiasa mendapatkan apa yang aku inginkan. Aku bukannya ingin menghinamu, tapi kamu datang tiba - tiba ke ruanganku, meminjam uang satu milyar padaku, padahal kamu belum genap satu tahun bekerja di perusahaan ini. Kamu pikir aku ini nenek moyangmu yang bisa kamu pinjami uang seenaknya?"

Ayuna membisu, tetapi nafasnya menderu, naik turun karena merasa sedih dihina oleh Theo. Ayuna bukanlah orang yang gemar meminjam uang. Andai adik nya tak sakit keras, mana mungkin dia senekat ini.

" Aku sedang memberikan penawaran yang terbaik. Kamu membutuhkan uangku, dan aku menginginkan keperawanan serta pelayanan mu selama satu bulan. Jika kamu setuju, aku akan memberikanmu imbalan satu milyar tanpa kamu perlu mengembalikannya. Bahkan aku akan membiayai pengobatan adikmu sampai sembuh. Coba pikirkan, Ayuna. Tawaranku sangat menarik, bukan?" Ujung bibir Theo tertarik, melemparkan senyuman penuh ejekan.

Ayuna menggeram, tangannya makin mengepal erat dikedua sisi tubuhnya.

" Anda sangat licik, Pak. Aku tidak pernah bertemu orang sebrengs*k bapak." Bisik Ayuna.

Theo mengangkat bahunya tak acuh.

" Itulah diriku, Ayuna." Bibirnya menyeringai tipis.

Lihat selengkapnya