Tergoda Pesona CEO Galak

Fitri Wardani
Chapter #5

Chapter 5

Emosi Yang Tertahan


*****


Hari ini Theo di sibukkan setumpuk pekerjaan yang membuatnya nyaris kewalahan.


Duduk di balik meja kerjanya, sesekali dia memijat keningnya sambil tangannya berkutat dengan berkas yang menggunung di atas meja.


Suara ketukan pintu terdengar mengusik telinga, membuat Theo membuang nafasnya kasar.


" Masuk." Suara bariton itu berseru.


Daun pintu terbuka, dan Ayuna masuk dengan kepala yang sedikit menunduk.


" Ayuna, apa kamu tidak tahu jika hari ini aku sangat sibuk? Mengapa kamu menggangguku?"


Theo baru saja akan marah, tapi Ayuna sudah menyela.


" Maaf pak Theo. Ada pak Louis yang ingin bertemu dengan bapak."


Mendengar nama Louis, seketika Theo mendengkus masam. Namun dia menganggukkan kepala pada Ayuna.


" Suruh dia masuk."


Ayuna pun membentangkan pintu, mempersilahkan Louis, ayah kandung Theo untuk masuk ke dalam ruang kerja putranya.


Begitu Ayuna menghilang dengan pintu yang sudah tertutup rapat, Theo langsung melayangkan tatapan sengitnya pada Louis yang kini tengah mendudukkan diri di kursi kosong yang ada di depan meja kerja Theo.


" Ada apa papa datang ke sini?" Tanya Theo to the point.


" Hei, apa tidak ada kata yang manis selain kata sambutan yang itu? Aku ini papamu, Theo . Kapan kamu akan berhenti memasang wajah kecut seperti itu padaku?" Kata Louis.


Namun Theo tidak terlalu menanggapinya. Dia memang biasa bersikap tidak acuh pada Louis.


" Aku sibuk, pa. Sedang banyak pekerjaan. Jika tidak ada hal penting yang ingin papa bicarakan, sebaiknya papa pergi saja." Theo kembali memusatkan pandangannya pada tumpukan berkas yang sejak tadi dia tetap mesra. Tangannya menggores bolpoin di sana.


" Justru kedatangan papa ke sini untuk memberitahu kamu sesuatu yang penting."


" Kalau begitu katakan saja." Theo tampak tidak ingin membuang waktunya.


" Besok malam, ibu tirimu berulang tahun. Dan papa sengaja datang ke sini khusus untuk mengundang kamu."


Mendengar itu, spontan Theo menghentikan gerakan tangannya. Matanya terangkat menatap pada Louis. Kemudian keningnya berkerut dalam.


" Wanita itu akan berulang tahun? Jadi hal penting ini yang ingin papa katakan padaku? Lucu sekali. Aku bahkan tidak menganggapnya penting sama sekali." Theo menarik sebelah ujung bibirnya, tersenyum meremehkan.


Sejak pertama kali ayahnya memperkenalkan Jessica sebagai ibu tirinya, Theo sudah sangat tidak suka dengan wanita itu. Karena Theo tahu selisih apa ibu tirinya itu.


Jessica sangat gila harta. Persis seperti kedua anak kandungnya, Bianca dan Steven


Ya, dari pernikahan sebelumnya, Jessica memang sudah membawa dua orang anak. Anak pertamanya bernama Steven yang seumuran dengan Theo . Sedangkan anak keduanya bernama Bianca, yang mana sangat tergila-gila pada ketampanan Theo .


" Theo, berbicaralah lebih sopan. Bagaimanapun dia adalah ibu tirimu." Louis memperingatkan.


" Hanya ibu tiri. Papa bahkan tidak sadar, pa. Kalau perempuan licik itu sudah memanfaatkanmu. Tidak ada yang dia inginkan darimu selain uang."


" Diam kamu." Sentak Louis mulai mengacungkan jari telunjuknya di depan Theo. Rahangnya mulai mengetat, nampak tidak setuju dengan ucapan Theo.


Lihat selengkapnya