Terminal Lama

Topan We
Chapter #12

Chapter 12

Sejak kejadian sore itu, Edi mulai lebih sering pulang ke kampung Cinangka. Biasanya ia hanya pulang satu atau dua kali dalam sebulan. Namun kini, hampir setiap minggu ia menyempatkan diri kembali ke rumah. Alasannya sederhana. Ia ingin memastikan sesuatu. Rumah kecil yang selama ini terasa sunyi itu kini seperti menyimpan sesuatu yang tidak pernah ia ketahui sebelumnya. Dan semua itu berpusat pada satu nama. yaitu Rudi.

Sore itu, ketika Edi kembali dari Terminal lama, Sumiyati sedang duduk di ruang tengah sambil membersihkan beberapa kuas make-up miliknya. Meja rias yang biasa digunakan untuk merias pengantin penuh dengan kotak kosmetik dan kain-kain kecil.

Ketika melihat Edi masuk, Sumiyati sedikit terkejut.

“Kamu pulang lagi?” tanyanya.

Edi menaruh tas kecilnya di kursi.

“Iya.”

Jawabannya pendek seperti biasa. Namun kali ini ia tidak langsung masuk kamar seperti biasanya. Ia berdiri di tengah ruang tamu. Menatap ibunya. Beberapa detik berlalu sebelum akhirnya Edi bertanya.

“Siapa sebenarnya si Rudi itu?”

Pertanyaan itu membuat tangan Sumiyati berhenti bergerak. Ia tidak langsung menjawab.

“Kenapa tiba-tiba tanya begitu?” katanya akhirnya.

Edi masih berdiri di tempat yang sama.

“Selama saya hidup di kampung ini, saya tidak pernah lihat dia,” kata Edi pelan. “Dan sekarang dia sering datang ke rumah.”

Sumiyati menarik napas pelan.

“Itu anak orang kaya dari kampung sebelah,” jawabnya. “Dia mau menikahkan sepupunya. Dia minta Ibu yang merias pengantinnya.”

Edi mengangguk kecil. Namun wajahnya tidak berubah.

“Kalau cuma urusan rias pengantin,” katanya lagi, “kenapa harus datang berkali-kali?”

Sumiyati mulai terlihat tidak nyaman.

“Namanya juga orang mau nikah. Banyak yang harus dibicarakan.”

Edi berjalan mendekat sedikit.

“Ibu tahu enggak orang-orang kampung udah mulai ngomong macam-macam?”

Kalimat itu membuat Sumiyati langsung menoleh tajam.

Lihat selengkapnya