Kawasan Terminal Lama selalu terasa berubah saat malam datang. Jika siang dipenuhi oleh suara mesin bus, angkot, atau PS, dan teriakan kondektur, maka malam membawa suasana yang berbeda. Lampu-lampu jalan yang redup memantul di genangan air bekas hujan. Beberapa warung kopi masih buka, sopir-sopir duduk sambil merokok, dan beberapa orang berlalu-lalang tanpa tujuan yang jelas.
Di antara kehidupan yang kasar itu, ada satu tempat kecil yang menjadi tempat Maryam bekerja. Warung sederhana di pinggir terminal.
Meja kayu panjang, beberapa kursi plastik, dan lampu kuning yang menggantung di atas kepala. Dari sana aroma kopi hitam dan mie instan sering menyebar ke jalan.
Maryam sudah bekerja di warung itu cukup lama. Sebagai seorang janda tanpa anak, hidupnya tidak pernah benar-benar mudah. Namun ia menjalani semuanya dengan sikap tenang yang membuat orang lain sering merasa nyaman berada di dekatnya. Dan salah satunya adalah Edi.
Awalnya terlihat normal, sama seperti pelanggan lain. Ia selalu mampir setelah pulang atau sebelum masuk kerja di showroom. Memesan kopi hitam. Duduk sendirian sambil memperhatikan orang-orang yang lewat.
Namun seiring berjalannya waktu, kebiasaan itu berubah. Mereka mulai berbicara lebih lama. Obrolan sederhana tentang pekerjaan, tentang kehidupan di sekitar terminal, atau sekadar cerita ringan untuk menghabiskan waktu.
Maryam menyadari bahwa Edi bukan tipe pria yang banyak bicara. Ia sering diam lebih lama daripada berbicara. Namun setiap kali ia berbicara, kalimatnya selalu terdengar serius dan penuh perhatian. Beberapa bulan berlalu. Hubungan mereka semakin lengket.
Mereka mulai sering makan malam bersama setelah Maryam selesai bekerja. Nongkrong berdua di alun-alun kota. Kadang hanya berjalan menyusuri jalanan di sekitar terminal sambil berbicara pelan.
Bagi orang lain, hubungan mereka terlihat biasa. Namun bagi Maryam, ada sesuatu yang berbeda dari Edi. Ada sisi sunyi yang selalu menyertai pria itu. Sisi yang tidak mudah dimengerti.
---
Suatu malam, setelah warung tutup, Maryam berjalan bersama Edi menuju kawasan kos tempat Edi tinggal.