Terminal Lama

Topan We
Chapter #16

Chapter 16

Bangunan kos milik Bu Aniah terlihat biasa saja dari luar. Dua lantai. Cat tembok yang terlihat masih menyala. Lorong sempit dengan lampu kuning yang selalu redup di malam hari. Penghuninya beragam. Ada seorang sopir, pegawai toko, dan beberapa mahasiswa yang kuliah di kota Lebak.

Semua menjalani kehidupannya masing-masing. Namun di tempat yang terlihat biasa itu, ada sesuatu yang tidak diketahui oleh siapa pun.

Kecuali satu orang. Seorang mahasiswa yang tinggal di kamar ujung lorong lantai dua.

Namanya jarang disebut oleh penghuni lain. Ia lebih sering menghabiskan waktu di kamarnya untuk belajar. Menyendiri.

Tidak banyak bergaul. Namun suatu malam, ia melihat sesuatu yang tidak akan pernah ia lupakan.

---

Malam itu sekitar pukul sebelas. Lorong kos sudah cukup sepi.

Mahasiswa itu baru saja kembali dari kampus ketika ia melewati kamar Edi. Pintu kamar Edi sedikit terbuka. Dari dalam terdengar suara benturan keras.

Buk!

Pemuda itu berhenti.

Ia mengintip sedikit dari celah pintu. Dan apa yang ia lihat membuat dadanya langsung terasa dingin. Di dalam kamar, Edi sedang berdiri di tengah ruangan.

Di tangannya ada seekor tikus.

Namun tikus itu sudah tidak bergerak.

Sepertinya sudah mati.

Namun Edi tetap membanting tubuh tikus itu ke lantai.

Buk!

Sekali lagi.

Lihat selengkapnya