Terminal Lama

Topan We
Chapter #20

Chapter 20

Hari yang ditunggu-tunggu oleh karyawan di Abadi Jaya Rangkas Showroom kini tiba. Semua berkumpul di ruang depan showroom. Beberapa membawa kotak makanan kecil. Ada yang berdiri sambil tertawa, ada juga yang terlihat sedikit haru.

Hari itu mereka melepas seorang karyawan lama. Kang Ikin. Sudah bertahun-tahun ia bekerja di sana sebagai bagian dari tim cleaning service. Hampir semua orang di showroom mengenalnya sebagai sosok yang rajin, sederhana, dan jarang mengeluh. Seperti Edi, ia akan datang paling pagi. Dan sering pulang paling akhir.

Namun akhirnya hari itu tiba juga. Kang Ikin memutuskan untuk mengundurkan diri. Ia ingin pulang ke kampungnya dan membuka usaha kecil disana.

“Sudah waktunya saya coba usaha sendiri,” katanya sambil tersenyum.

Beberapa karyawan menepuk bahunya. Bos showroom bahkan sempat memberikan sedikit sambutan kecil.

“Jarang ada karyawan seloyal Kang Ikin,” katanya.

Beberapa orang bertepuk tangan. Suasana menjadi sedikit haru. Di antara semua orang yang hadir, Edi berdiri tidak jauh dari sana. Ia termasuk orang yang cukup dekat dengan Kang Ikin.

Edi sering mendengarkan petuah dari kang Ikin. Sering berbagi cerita satu sama lain tentang kehidupan mereka. Ia juga termasuk salah satu karyawan yang selalu menyemangati Edi.

“Terima kasih, Kang,” kata Edi sambil menjabat tangannya.

Kang Ikin tersenyum.

“Sama-sama. Jaga diri ya, Di. Jangan terlalu serius terus kerjanya, hehehe”

Edi hanya tersenyum tipis. Setelah itu Kang Ikin berpamitan dengan semua orang. Beberapa karyawan mengantar sampai ke depan jalan. Hari itu terasa seperti akhir dari satu kebiasaan lama di showroom itu.

Lihat selengkapnya