Terminal Lama

Topan We
Chapter #28

Chapter 28

Suara mesin kompresor masih mendominasi halaman Abadi Jaya Rangkas Showroom ketika dua mobil polisi berhenti di depan gerbang.

Beberapa kepala spontan menoleh.

Seorang mekanik menghentikan gerinda yang sejak tadi memekakkan telinga. Di sudut lain, selang air yang digunakan mencuci mobil tetap mengucur beberapa saat sebelum akhirnya dimatikan. Halaman yang semula dipenuhi bunyi perkakas perlahan tenggelam dalam keheningan yang canggung.

Dua petugas turun dari mobil. Seragam mereka tampak rapi, langkahnya tenang, tetapi kehadiran mereka cukup untuk membuat suasana berubah.

Mereka menghentikan pekerjaannya serempak. Tak seorang pun tahu apa yang sedang terjadi, tetapi semua merasa kedatangan polisi itu bukan tanpa alasan.

Kedua petugas berjalan melewati deretan mobil yang sedang dipajang. Seorang supervisor segera menyambut mereka.

“Selamat siang, Pak. Ada yang bisa kami bantu?”

Salah seorang petugas mengangguk singkat.

“Kami mencari seseorang.”

“Siapa, Pak?”

Petugas itu membuka map tipis di tangannya, memastikan sekali lagi nama yang tertulis di dalamnya.

“Saudara Edi Permana.

Supervisor tampak berpikir sejenak, lalu mengedarkan pandangan ke area kerja.

Di bawah naungan kanopi tempat mobil-mobil selesai dicuci, seorang pria tengah mengelap kaca depan sebuah kendaraan roda empat berwarna black metal.

Gerakannya teratur, seolah tidak terusik oleh perubahan suasana di sekelilingnya.

“Itu, Pak.”

Semua mata mengikuti arah telunjuk supervisor.

Edi masih menyelesaikan satu usapan terakhir sebelum meletakkan kain lap di atas ember.

Usapan terakhir berhenti di sudut kaca. Edi meletakkan kain lap, lalu mengangkat wajah.

Salah seorang petugas mendekatinya.

“Apakah anda Edi?”

“Iya, saya.”

“Kami dari kepolisian.”

Edi mengangguk kecil, menunggu kalimat berikutnya.

“Kami ingin meminta anda datang ke kantor untuk dimintai keterangan terkait penyelidikan saudari Maryam.”

Kalimat itu cukup membuat udara di sekitar mereka terasa lebih berat. Beberapa karyawan saling bertukar pandang.

Sejak perempuan itu dinyatakan hilang, namanya tak pernah benar-benar hilang dari obrolan setiap waktu.

Lihat selengkapnya