Teror Jam 12 Malam

Maghfira Izani
Chapter #2

Prolog

Aku duduk di tepi tempat tidurku dan menatap keluar jendela. Tidak biasanya aku seperti ini, tapi setidaknya semenjak dua minggu yang lalu aku memulai kebiasaan ini. Saat ini mungkin sudah lewat tengah malam. Tapi tidak. Ketika kulihat jam dinding kamarku, masih ada sekitar seperempat jam lagi menuju tengah malam. Mungkin sebaiknya aku bersiap dari sekarang, atau aku tidak akan sempat untuk bersiap sama sama sekali. Mungkin sebagian dari kalian bertanya mengapa aku bertingkah aneh seperti ini, tapi jika boleh aku jelaskan dengan kalimat singkat, padat, dan jelas. ini hampir tengah malam. Kuulangi. HAMPIR TENGAH MALAM!

Aku yakin kalian bakalan bingung, apa istimewanya tengah malam? Tengah malam itu di saat hari berlalu, dan berganti dengan hari baru bukan? Ya, 100% benar! Tapi itu mungkin hanya aku rasakan saat pagi benar-benar menjelang, tidak saat gelap sedang pekat-pekatnya seperti saat ini. Hampir semua orang pasti tengah tertidur saat tengah malam, aku yakin itu. Tapi tidak denganku, setidaknya tidak lagi.

Sekitar seminggu yang lalu aku datang ke rumah ini, dan yang lebih spesifik, kamar ini. tempatku dulu tinggal bukanlah rumah milik orangtuaku, mereka hanya menyewa milik orang lain, tapi aku sangat suka disana, sungguh! Kehidupan di kamar lamaku jauh lebih tenang dibandingkan kamar baruku ini. Mungkin bagi kalian, saat ini aku melihat tengah tertidur lelap di bawah selimut ini.

Baiklah, akan kuceritakan sedikit.

Kamar yang kutempati sekarang ini hidup saat tengah malam, tepatnya pukul 00.00! Kalian pasti mengira aku sudah gila. Aku pun mengira seperti itu awalnya, tapi ini sungguhan!

Beberapa minggu yang lalu -minggu-minggu awal aku menempati kamar ini- aku merasakan ada kejanggalan. Ketika tepat pukul dua belas malam, suara aneh mulai muncul dari dalam kamarku sendiri. Suara derap dari bawah tempat tidurku dan ketukan dari dalam lemari pakaian tua yang sudah ada saat aku datang ke sini. Lemari ini terbuat dari kayu jati yang diukir dan di permis dengan rapi. Sangat rapi, sehingga lemari itu masih terlihat baru walaupun umunnya sudah sangat tua. sepertinya.

Lihat selengkapnya