Kejadian ini terjadi awal tahun 2003, saat itu Dewi dan keluarganya baru pindah ke sebuah rumah di kawasan Bekasi. Kebetulan saat itu ayah Dewi mendapat pekerjaan baru di kota Bekasi, setelah sebelumnya tinggal di Bogor. Rumah yang baru dihuni oleh Dewi itu cukup besar. Halamannya cukup luas, penghuni sebelumnya juga membuat dua ayunan di sana, mengindikasikan bahwa penghuni sebelumnya mempuyai anak kecil.
Beberapa minggu menghuni rumah itu, Dewi harus terbiasa dengan suasana komplek yang sepi, karena belum banyak di huni. Seorang ibu yang tinggal di depan rumah Dewi sangat baik, dialah satu-satunya tetangga terdekat di rumah itu, karena sangat besar. Tetapi itu tidak berlangsung lama.
Suatu malam, tidur Dewi terganggu oleh suara langkah-langkah kaki yang berasal dari lantai dua. Aneh, mengingat lantai dua rumah itu tidak dihuni. Dewi pun terbangun, penasaran dengan suara-suara itu. Siapakah yang tengah malam naik ke lantai dua?
Dewi beranjak dari kasurnya, perlahan membuka pintu kamarnya. Suasana rumah Dewi sangat sepi, tetapi suara langkah kaki itu justru semakin terdengar. Dewi melangkahkan kakinya menuju tangga rumahnya. Jujur saat itu Dewi merasa takut, tapi entah mengapa rasa penasarannya lebih besar.
Ketika sudah dekat dengan tangga, tiba-tiba langkah kaki Dewi terhenti. Terdengar suara anak perempuan. Seketika itu juga Dewi merinding. Tangga sudah berada di depan Dewi, tetapi begitu mendengar suara anak perempuan itu, Dewi mengurungkan niatnya untuk naik ke lantai dua.
Tetapi begitu Dewi ingin berbalik, tiba-tiba saja mata Dewi menangkap sosok anak perempuan. Umurnya sekitar sepuluh tahun, mengenakan berwarna coklat dengan renda di bagian dada dan lututnya. Rambut anak itu panjang, dan dikucir dua. Anak itu sedang duduk di tangga, tersenyum ke arah Dewi.
"Hai kakak, main sama aku yuk kak," terdengar suara anak perempuan itu, tetapi bibirnya sama sekali tidak bergerak. Dia masih saja tersenyum. Tiba-tiba anak perempuan itu beranjak, seraya melambaikan tangannya seakan-akan mengajak Dewi ikut dengannya.