Peristiwa ini terjadi sekitar tahun 1996. Saat itu Pak Warjo sedang menarik becaknya. Dari mulai pagi hari samai sore hari, Pak Warjo mengayuh becaknya demi sesuap nasi sampai akhirnya Azan Maghrib berkumandang. Setelah menunaikan salat Maghrib, Pak Warjo berniat untuk pulang tetapi saat itu Pak Warjo merasa pendapatannya belum cukup.
Setelah berpikir sejenak, dia memutuskan untuk tetap mangkal di sekitaran peron malam itu, karena biasanya pada malam hari ada beberapa pelanggannya yang datang dengan kereta malam. Tetapi sampai pukul sepuluh malam, hanya dua orang saja yang menggunakan jasa Pak Warjo.
Karena sangat lelah, Pak Warjo menutup becaknya dan berbaring di dalamnya. Tidak terasa, Pak Warjo pun tertidur. Entah sudah berapa lama Pak Warjo tertidur, tiba-tiba saja dia merasa ada sesuatu yang aneh. Dia merasa ada yang mengguncang becaknya. Semakin lama semakin keras. Pak Warjo pun terbangun, kemudian melihat suasana sekitar, ternyata sangat sepi. Tetapi di balik penutup becaknya dia melihat bias sebuah bayangan, seperti ada yang berdiri di depan becaknya.
Saat itu juga udara terasa sangat dingin menusuk tengkuk. Ada perasaan ragu-ragu untuk membuka penutup becaknya, tapi dengan perlahan dia tetap membuka penutup itu. Ketika penutup itu terbuka, Pak Warjo sedikit kaget. Ternyata di hadapannya berdiri seorang wanita mengenakan blazer dan rok hitam. Disela-sela lengannya, terselip sebuah tas. Ketika melihat penampilan wanita itu, Pak Warjo tahu bahwa dia adalah seorang pekerja kantoran.
"Masih narik becak pak?"tanya wanita itu seraya tersenyum.
"Oh masih neng, neng mau ke mana?" Jawab Pak Warjo.
"Ke pertigaan tanah kusir pak," tambah wanita itu.
Setelah mengajukan tarif, tanpa tawar menawar wanita itu mengiyakan. Wanita itu terus saja tersenyum dengan senyuman yang amat misterius, sebuah senyuman yang mengandung banyak arti. Setelah wanita itu naik becak, Pak Warjo pun mulai mengayuh becak tuanya.
Ketika mengayuh, Pak Warjo heran mengapa becaknya terasa sangat berat seperti dinaiki dua orang. Tetapi pak Warjo tidak peduli, dia terus saja mengayuh becaknya.
"Kok pulang malem neng?" tanya Pak Warjo.
" Iya nih pak, keretanya berhenti lama. Saya jadi telat pulang." Jawab wanita itu.