Mita adalah anak pertama dari tiga bersaudara. Kedua adiknya masih duduk di bangku smp, sedangkan Mita sendiri duduk di bangku sma. Peristiwa ini terjadi tahun 2000. Saat itu Mita sedang rajin mengikuti les piano. Semenjak kecil dia memang tertarik dengan piano, oleh karena itu semenjak smp Mita hanya mempelajari piano. Tetapi sayang di rumahnya di daerah jakarta selatan, ia hanya mempunyai keyboard.
Sejujurnya Mita sangat tidak nyaman memainkan keyboard. Tetapi karena waktu itu orang tuanya belum bisa membelikan piano, Mita harus cukup puas dengan keyboardnya. Mita pun tidak jarang tetap berada di tempat lesnya hanya bermain piano lebih lama.
Sampai suatu hari, omnya Mita datang. Kebetulan om dari Mita ini sudah lama tinggal di luar negeri, dan pulang ke Indonesia untuk memeriksa rumahnya di Jakarta. Setelah mendengar bahwa Mita sangat tertarik dan juga berbakat dalam bermain piano, omnya pun menghadiahkan sebuah grand piano yang selama ini ada di rumahnya kepada Mita. Tentu saja Mita sangat bahagia. Keesokan harinya orang tua Mita mengirim mobil untuk mengambil piano itu.
Pertama kali melihat piano Mita sangat senang, ia pun memainkan banyak melodi yang selama ini di pelajari di atas tuts-tuts piano. Beberapa hari kemudian orang tua Mita harus ke luar kota untuk mengurus bisnis keluarga. Tinggallah Mita, dua adiknya, dan beberapa pembantu di rumahnya. Lama kelamaan karena sibuk sekolah, Mita sudah jarang sekali memainkan piano itu. Ia merasa lelah dengan aktivitasnya sehari-hari.
Sampai suatu malam...
Ketika itu Mita belum tidur karena sedang mengerjakan tugas sekolahnya, tetapi seluruh orang di rumahnya sudah tidur. Ketika sedang mengerjakan tugasnya, sayup-sayup Mita mendengar ada seseorang memainkan pianonya di lantai bawah, tetapi permainan pianonya tidak bernada. Mita berpikir pasti salah satu adiknya yang iseng memainkan piano itu. Ia tidak menghiraukannya.
Keesokan harinya Mita menemukan penutup pianonya terbuka, dan dalam keadaan berantakan. Mita kesal karena pianonya berantakan, lalu membereskannya.
"Bi, bilang Oca sama Rio kalo main piano beresin lagi ya," pesan Mita ke pembantunya.
"Lah, dua hari yang lalu kan Oca sama Rio nyusul tuan non," jawab bibi. Seketika itu juga Mita baru ingat bahwa kedua adiknya pergi menyusul orang tuanya ke luar kota.