Blurb
"Summum Jus, Summa Injuria"
Di negeri yang selalu dilaporkan cerah, kebenaran tidak pernah dilarang—hanya dipindahkan, disensor, lalu dikubur rapi di bawah kata-kata resmi.
Adam Kael, penulis yang tak dianggap siapa-siapa, memilih mencatat retakan yang orang lain pura-pura tak lihat. Saat sebuah bencana besar ditutup dengan narasi yang terlalu bersih, ia mulai mengumpulkan serpihan fakta—potongan kebenaran yang bisa menghancurkan ketenangan palsu sebuah negara.
Tulisan-tulisannya menyebar diam-diam. Hingga suatu hari, setelah bukti yang ia ungkap terlalu terang untuk dipadamkan, Adam Kael menghilang.
Yang tersisa hanya arsip, ingatan, dan satu pertanyaan yang tak bisa dikubur:
jika kebenaran hilang bersama penulisnya. . . siapa yang masih berani mengingatnya?