TERRALAZE: THE LAST FANTASY OF VALSEKAI

Tourtaleslights
Chapter #3

THE DEATH

Kael membuka mata.

Dua bulan di langit. Bau tanah basah dan plastik terbakar. Sebuah botol PET berguling di tanah hangat seperti detak jantung. Seorang gadis kecil batuk-batuk di kejauhan.

Seorang pria berjubah putih Aldric berdiri di depannya.

"Kau belum selesai. Dunia ini masih menunggumu."

"Siapa... kau?"

"Aku adalah apa yang akan kau jadi. Aku adalah Aldric. Aku adalah kau."

"Aku... mati?"

"Ya. Tetapi kau akan kembali. Kau harus kembali."

Aldric memberikan sesuatu sebuah botol PET retak.

"Ini adalah The First Bottle. Bawa ini. Ini adalah kunci."

"Kunci untuk apa?"

"Untuk membuka pintu yang akan kau lewati nanti."

"Pintu?"

"Kau akan mengetahuinya. Sekarang, bangunlah."


Kael mengalami glitch.

Bayangan Jakarta di langit Valsekai. Tiang listrik di hutan. Suara "game yang bug." Lagu dangdut dari dungeon.

Setiap glitch terasa seperti sengatan listrik di ujung jari-jarinya getaran yang merambat ke tulang-belulangnya, membuatnya sadar bahwa ia berada di dua tempat sekaligus.

"Apa ini? Di mana aku?"

"Kau di antara dua dunia. Ini adalah jembatan. Dunia yang kau ciptakan dalam mimpimu Valsekai itu nyata. Dan kau adalah kuncinya."

"Tapi... aku hanya mahasiswa. Aku bukan siapa-siapa."

"Kau adalah orang yang tidak pernah menyerah. Itu lebih dari cukup."


Bip. Bip. Bip.

Kael membuka mata di rumah sakit.

Ia menggenggam sesuatu The First Bottle. Retak. Tua. Hangat.

Ia tidak tahu bagaimana botol itu bisa ada di tangannya. Tetapi ia tahu satu hal: ia tidak akan pernah membuangnya.

Budi menoleh. "Kael? KAU SADAR!"

Tetapi Kael tidak mendengarnya. Ia menatap botol itu terpesona, ketakutan, penuh harapan.

"Apa..." suaranya serak. "Apa ini?"

Ia tidak tahu bahwa botol itu berdenyut sebagai jawaban.


Kael keluar dari rumah sakit tiga minggu kemudian. Tubuhnya masih sakit. Pikirannya masih kacau.

Ia kembali ke kos. Ia menatap The First Bottle di tangannya.

"Apa kau nyata?" bisiknya.

Botol itu berdenyut hangat.

Lihat selengkapnya