Tetes Embun

Elawati
Chapter #22

Mengetuk Pintu Istana


Seminggu setelah badai masa lalu itu berlalu, Terminal Giringan melepas kepergian tim Kedai Rasa Ibu dengan sukacita yang meriah. Spanduk bertuliskan *"Selamat Berjuang di Istana Negara, Kedai Rasa Ibu! Dari Terminal untuk Indonesia!"* terbentang di gerbang utama. Keberangkatan Embun, Sekar, dan Bu Lastri ke Jakarta tidak hanya membawa nama kedai, tetapi juga membawa harapan baru bagi seluruh ekosistem kuliner kecil yang mereka rintis.

Jakarta menyambut mereka dengan cuaca yang terik dan hiruk-pikuk yang familier bagi Embun. Namun, kali ini ia tidak datang sebagai Anastasia yang kalah dan terbuang. Ia datang sebagai Embun, seorang pengusaha kuliner mandiri yang siap menyajikan kearifan lokal di meja para petinggi negara.

Hari yang dinantikan pun tiba. Di dapur modern Istana Negara yang megah, aroma kuah soto bakar yang kaya rempah mulai menguar, bersaing dengan harum mentega dari *gethuk soufflé* yang sedang dipanggang. Bu Lastri sempat gemetar saat melihat deretan koki kepresidenan dengan seragam putih bersih mereka.

"Neng... Ibu takut rasanya kurang pas untuk lidah orang-orang penting," bisik Bu Lastri, tangannya agak gemetar saat memegang sendok kuah.

Embun tersenyum hangat, menggenggam lembut tangan wanita yang sudah dianggapnya sebagai ibu kandung itu. "Ibu, bumbu terbaik yang kita miliki adalah ketulusan. Rasa itulah yang membawa kita sampai ke sini. Percayalah pada resep Ibu."

Kata-kata Embun bagai mantra penenang. Bersama Sekar yang dengan cekatan menata *garnish*, mereka berhasil menyajikan ratusan porsi hidangan tepat waktu untuk acara Jamuan Nasional tersebut.

### Rasa yang Mengubah Takdir

Dari balik tirai dapur, Embun mengintip ke ruang perjamuan utama. Jantungnya berdesir hebat saat melihat Presiden dan para tamu negara mulai mencicipi hidangan mereka.

Keheningan sesaat di meja utama pecah ketika Presiden mengangguk-angguk takjub setelah suapan pertama soto bakar. Tak lama kemudian, giliran *gethuk soufflé* yang disajikan. Teksturnya yang selembut awan namun tetap mempertahankan cita rasa singkong tradisional yang legit sukses memancing decak kagum.

Lihat selengkapnya