That Little Promise

ALSHA MARSHANDA
Chapter #2

Bab 2 - Hiksrooottt!

"Lo napa sih, Re?" tanya Annea, lalu menyeruput jus jambu miliknya dengan tatapan tidak beralih pada Yosandrea.

Hingga saat ini gadis itu masih membeku, jika biasanya Yosandrea selalu teriak-teriak mengabsen seperti—

"YANG GAK HADIR ANGKAT TANGAN!"

Ya, begitulah contohnya, memang berbeda sekretaris kelas satu ini soal mengabsen.

Akan tetapi hari ini berbeda. Saat tadi setelah dilontarkan pertanyaan oleh Kenan, Yosandrea membeku dan saat mengabsen pun ia hanya mengabsen dengan lirikan matanya. Hal itu membuat teman sebangkunnya terheran-heran.

"WOI!" teriak Annea.

"Wah! Gue seret juga nih anak ke panci baso biar meleleh," kata Annea yang sedari tadi dirinya terus mengoceh seperti radio rusak.

"Terserah dirimu saja Rea, saya lelah," kata Annea di akhir kalimatnya, karena berikutnya ia lanjut memakan makanannya.

"An," panggil Yosandrea.

"An–" Annea tidak menjawab panggilan Yosandrea, ia asik memakan baso aci.

"An, ih!"

"ANNEA!" teriak Yosandrea membuat seisi kantin menoleh.

Yosandrea tersentak, lalu ia melontarkan senyuman ke setiap orang yang menatap ke arahnya. "Lo mah, ah! Sebel," ketus Yosandrea.

"Kayak ada yang ngomong, tapi siapa ya? Lo denger gak, Re?"

"Sumpah ya, kadang tangan gue gatel pengen Jambak rambut lo lagi," kata Yosandrea membuat Annea segera menutupi kepalanya menggunakan tangan, lalu berkata, "Ampun yang mulia."

"Pantas aja semalam lonceng angin gue bunyi lagi," kata Yosandrea.

"Lo pasang lagi loncengnya?"

Yosandrea mengangguk sambil mencolek es krim milik Annea menggunakan kentang goreng di tangannya. "Itu artinya Kenan balik ke rumah dipinggir lo, dong?" tanya Annea.

"Iya."

"Ada yang masih menjadi misteri soal Kenan," kata Yosandrea membuat Annea memajukan kursinya menjadi semakin dekat dengan Yosandrea. "Ih ... ngapain maju-maju? Mau cium gue?"

"Nyium jigong lo!" ketus Annea.

"Apa yang jadi misteri?" tanya Annea.

"Tante Jena, mama Kenan. Sampai saat ini gue gak tau keberadaan dia di mana. Terakhir kali waktu gue masih SD, dia ngobrol sama bunda katanya diterima kerja di salah satu toko kue, tapi gak balik-balik ke rumahnya sampai sekarang," jelas Yosandrea.

"Mungkin ikut Kenan?" tebak Annea membuat Yosandrea mengangkat kedua bahunya, tanda tidak tau.

Mereka pun kembali fokus pada makanannya masing-masing. Hingga detik berikutnya Annea kembali memulai pembicaraan.

"Lo kenapa gak jawab pertanyaan Kenan barusan, sih?" tanya Annea.

"Gue masih tercengang, An! Itu beneran Kenan ,kan?"

"Bukan," jawab Annea, lalu melanjutkan perkataannya, "Tadi tuh Ava-nya Oca."

Yosandrea langsung berlaga ingin muntah. Mendengar panggilan yang lebay nan alay tersebut, sedangkan Annea di depannya tertawa terbahak-bahak mengingat masa SD nya dulu."Sumpah, Re! Gue kalo inget–"

Ucapan Annea terhenti setelah dua laki-laki berdiri di sampingnya, Theo dan juga Bagas. Annea menepuk kursi kosong agar kedua laki-laki itu segera duduk. Detik berikutnya Annea hendak berkata.

"Dulu gue sama lo bai–"

Lihat selengkapnya