Argatha Daniel, leader sekaligus vocal band Legas di High School Legaskar. Tidak ada satu pun orang yang tidak mengenal seorang Argatha di sekolah.
Dan itu menjadi suatu kebanggaan Yosandrea sebagai kekasih dari vokalis band. Banyak juga orang yang iri ketika Argatha menyatakan cinta kepada Yosandrea, karena alasan Argatha menyukai Yosandrea hanya karena perempuan itu berisik.
Semua orang juga bisa. Tidak perlu jaga image, teriak-teriak aja depan Argatha.
Sore hari pulang sekolah, Argatha menyempatkan waktu untuk membawa Yosandrea ke tempat favoritnya. Mereka naik motor menuju lokasinya, sedangkan motor Yosandrea diantarkan ke rumahnya oleh teman Argatha. Tak lepas-lepas selama perjalanan, Yosandrea melingkarkan tangannya pada tubuh Argatha.
"Maaf ya, waktu aku habis sama latihan dan gak ada waktu buat kamu akhir-akhir ini," ucap Argatha sambil mengusap lembut tangan Yosandrea.
"Gak masalah. Lagian kamu habisin waktu buat hobi kamu juga. Aku pasti dukung itu," jawab Yosandrea membuat Argatha tersenyum.
"Hari ini kamu cantik banget. Jangan cantik-cantik ah, aku gak bisa pantau kamu di sekolah sekarang. "
Refleks Yosandrea memukul pundak Argatha, lalu berkata, "Emang kamu mau aku jelek?"
"Kalo bisa,"sahut Argatha.
Argatha tersenyum terlebih dahulu, lalu ia berkata kembali, "Gak yakin bisa sih, kecantikan kamu itu sulit untuk dihilangkan."
Demi apapun! Yosandrea salting mendengarnya. Ini kapan sampainya, sih?
Yosandrea gak kuat ... gak kuat pengen guling-guling di jalan!
"Izinin aku turun Arga," pinta Yosandrea.
"Eh, mau ngapain?" tanya Argatha.
"Mau guling-guling di jalan. Kalo salting di motor kayak yang stroke dilihatnya." Argatha pun tertawa mendengar jawaban Yosandrea sambil menggelengkan kepalanya.
***
Sesampainya di cafe favorit Yosandrea, mereka pun segera duduk dan Yosandrea langsung menyambar menu yang berada di atas meja. Mata gadis itu mengedar membaca setiap menu. Mencari menu baru yang setiap minggunya selalu ada.
"Ada menu baru?" tanya Argatha.
Yosandrea mengangguk, lalu menjawab, "Hot chocolate strawberry sama ... croissant matcha."
"Mau?" tanya Argatha.
"Mau-Mau! Dua menu baru!" jawab Yosandrea semangat, Argatha yang melihat itu langsung mengacak gemas Yosandrea.
"Oke tuan putri," kata Argatha sambil mengedarkan pandangannya mencari pelayan.
"Kak!" panggil Argatha, pelayan tersebut langsung menghampiri dan bertanya, "Silakan mau pesan apa?"
"Hot chocolate strawberry sama croissant matcha. Masing-masing dua ya." Pelayan tersebut segera mencatat.
Hingga saat ini Yosandrea belum menceritakan soal Kenan pada Argatha, bahkan Argatha tidak tau soal masa lalu Yosandrea bersama laki-laki itu. Yosandrea ingin bercerita, tetapi ia harus merangkai kata-kata dulu agar tidak membuat Argatha salah paham dan merasa memiliki saingan.
Mungkin di saat Argatha selesai kompetisi nanti, agar tidak mengganggu konsentrasinya.
***
Di sisi lain Kenan terduduk di kursi teras rumah Yosandrea, ia bersedekap dada sambil menyandarkan punggungnya. Terhitung dua puluh menitan dia berada di teras rumah Yosandrea.
Pikiran Kenan sedikit khawatir dan overthinking soal Yosandrea yang belum pulang juga, tetapi ia yakin Argatha membawa Yosandrea main terlebih dahulu.
Menit berikutnya terdengar suara motor di depan rumah Yosandrea. Kenan tidak menghampiri, ia masih terduduk hanya saja terlihat sedikit melalui celah-celah gerbang. Setelah suara motor kembali melaju, Yosandrea segera membuka gerbangnya.
"Lo ngapain di sini?" tanya Yosandrea yang melihat ada Kenan duduk di kursi teras rumahnya.
Kenan beranjak dari duduknya, lalu bertanya, "Habis darimana?"
"Dih, kepo banget." Yosandrea hendak berjalan masuk ke dalam rumah menghiraukan Kenan. Akan tetapi, laki-laki itu berhasil menarik tangan Yosandrea dan membuat perempuan itu menabrak dadanya.
"Dia Arga?" tanya Kenan.
Gadis itu menganggukkan kepalanya, lalu berkata, "Lo pikir gue playgirl gitu? Yang pulang sama cowok siapa aja. Ya jelas gue pulang sama cowok gue lah—Arga."
"Dia pacar lo?"
"Iya, dia pacar gue. Kan, lo udah tau dari Bagas waktu di kantin," ucap Yosandrea.
"Udah berapa lama lo sama dia?"
Yosandrea memutar bola matanya malas, lalu menatap Kenan dengan tatapan lelah. "Berasa interview kerja deh gue. Ditanya-tanya mulu," katanya.
"Jawab, udah berapa lama?" paksa Kenan.