That Little Promise

ALSHA MARSHANDA
Chapter #6

Bab 6 - Oca Punya Ava

Yosandrea menarik Kenan keluar dari kantin, ia membawa laki-laki itu ke rooftop agar tidak ada siapa pun yang mendengar dan melihat. Bisa-bisa jika ada orang yang melihat Yosandrea bersama laki-laki lain, mereka akan menjadikan kesempatan untuk mendekati Argatha.

Sesampainya di rooftop mata Yosandrea menajam menatap Kenan, sedangkan laki-laki di hadapannya hanya melemparkan tatapan datar saja.

"Lo ngapain ngomong kayak gitu di depan pacar gue sih, Ken?" tanya Yosandrea dengan raut wajah kesal.

"Lo berpikir kalo gue salah, Ca? Letak salah gue di mana? Lo sendiri dulu yang bikin janji itu, tapi kenapa lo malah ingkari janji lo sendiri?"

Yosandrea terdiam, jujur ia tidak bisa menjawab dan membela dirinya sendiri. Sudah tercetak jelas bahwa ia sendiri yang salah. Kenan terus menatap wajah Yosandrea, sama sekali enggan untuk mengalihkan pandangannya.

"Gue gak akan kayak tadi kalo bukan karena janji dulu, Ca," kata Kenan.

"Ken, janji itu udah delapan tahun yang lalu. Di mana gue masih polos-polosnya dan gak ngerti soal cinta. Saat itu di otak gue yang masih kecil, gue berpikir cowok itu hanya lo," jelas Yosandrea.

"Lo harusnya ngerti sekarang, Ken. Arga itu pacar gue jangan bikin gue sama Arga ribut gara-gara ini."

Kenan tersenyum miring, lalu ia berkata, "Tetap. Gue maunya Oca punya Ava."

"Ck! Stop lah, Ken, gue geli denger itu!" ketus Yosandrea.

Laki-laki itu hendak mengusap kepala Yosandrea, tetapi Yosandrea berhasil menghindar. "Oca sampai kapan pun, gue bakal berusaha ambil lo dari Arga."

Kenan melenggang pergi meninggalkan Yosandrea yang masih berdiri di tempat.

Gadis itu berdecak kesal, lalu berkata, "Anak setan!"

Lantaran Kenan sudah pergi duluan, Yosandrea pun segera pergi dari rooftop tersebut. Untungnya di kantin masih ada Annea, Theo dan juga Bagas yang masih menyantap makanannya. Mereka bertiga menyadari kehadiran Yosandrea yang kini sudah mendudukkan pantatnya.

"Re, tadi Arga bilang dia pergi latihan dulu nanti ke sini lagi buat jemput lo kalo udah pulang," jelas Annea.

"Oke. Arga marah gak ke gue?" tanya Yosandrea.

Annea mengangkat kedua bahunya, lalu berkata, "Entah, dia gak ngomong apa-apa selain itu."

"Ini makanan lo, gue habisin ya."

Setelah mendapatkan anggukan dari Yosandrea, Annea segera menghabiskan batagor kuah milik sahabatnya itu.Bagas menyeruput es jeruknya, lalu ia mengalihkan pandangannya menatap Yosandrea.

"Rea," panggilnya.

"Kenapa?"

"Dia pasti kecewa, Re. Yang pertama lo bohong soal kotak bekal itu, yang kedua lo gak pernah ceritain soal Kenan ke Arga," jelas Bagas yang diacungi jempol oleh Theo.

"Pasti kepikiran tuh si Arga," lanjut Theo.

Yosandrea menghela napasnya sambil menundukkan kepalanya, sontak Annea langsung mengusap kedua pundak sahabatnya itu.

"Iya salahnya gue, gue gak pernah cerita apapun soal, Ken. Karena gue pikir tuh cowok gak akan muncul di hadapan gue lagi," jelas Yosandrea.

"Nanti lo coba jelasin aja ke Arga," saran Annea yang diangguki Yosandrea.

***

Seperti yang dikatakan Argatha pada Annea, kini laki-laki itu menunggu Yosandrea pulang. Ia duduk di atas motornya di area parkiran, sambil fokus pada ponsel genggamnya yang dimiringkan.

"Jo, setan! Bantuin gue sialan–"

"Tuh, kan! Mati gue." Argatha menurunkan ponselnya dari pandangan matanya. Laki-laki itu menghela napasnya setelah kalah pada game tersebut.

Seketika matanya mengedar mencari keberadaan Yosandrea yang tak kunjung datang ke parkiran, padahal sudah Argatha chat daritadi. Tiba-tiba ia menangkap sosok Kenan yang tengah berjalan ke arah parkiran sambil asik memakan permen lollipop.

Lihat selengkapnya