That Little Promise

ALSHA MARSHANDA
Chapter #11

Bab 11 - Band Legas

Suara tepuk tangan yang gemuruh dan teriakan dari para siswi menggema di ruang auditorium, setelah Band Legas naik ke atas panggung.

Mereka segera mencari posisinya masing-masing seperti Argatha berdiri di paling depan di mana posisi microphone berada, lalu di kedua sisi kanan dan kiri Argatha di sana ada Kenzo dan juga Jeno. Terakhir di paling belakang ada Yuda sebagai drummer dan juga Anggara sebagai keyboard.

"Kita semua pasti pernah merasa kesepian dan merasa ingin dicintai bukan?"

"BETUL!"

Semua orang berteriak menjawab pertanyaan dari Argatha.

Argatha terkekeh, lalu ia berkata, "Itu yang saya rasakan sebelum saya bertemu dengan seorang gadis yang cantik—"

"Yang telah merubah kehidupan saya, mewarnai kehidupan saya dan juga meramaikan kehidupan saya yang semula dikelilingi oleh kesendirian serta kesepian."

Jangan ditanya bagaimana keadaan Yosandrea sekarang. Gadis itu menggigit kecil bibir bawahnya dengan pipi yang memerah dan perasaan yang amat sangat bahagia.

"Gue salting An-An," ucap Yosandrea seraya meremas lengan Annea.

"See, gadis cantik itu tengah menatap ke arah sini dengan pipinya yang memerah—itu sangat menggemaskan!" ujar Argatha diiringi senyuman.

Kenan yang mendengar semua perkataan itu tampaknya muak. Ia merasa ruang auditorium ini sangat panas meski sudah dikelilingi oleh AC. Bukan hanya tubuhnya yang panas, melainkan hatinya terbakar hebat detik itu juga.

Laki-laki itu beralih menatap pada gadis di sampingnya. Itu tidak bohong, itu benar, Kenan bisa melihat dari sorot mata Yosandrea yang dipenuhi cinta untuk Argatha.

Padahal sebelumnya Kenan sempat berpikir bahwa hubungan Yosandrea dan Argatha hanyalah kebohongan untuk dirinya. Sekarang Kenan sepenuhnya sadar bahwa cinta mereka benar adanya.

"Gue juga bisa kayak Arga—bilang kayak gitu di depan semua orang sampai lo salting guling-guling," ucap Kenan seraya menatap dalam Yosandrea di sampingnya.

Gadis itu menoleh, lalu berkata, "Mungkin lo bisa bikin gue salting, tapi lo gak akan bisa bikin gue jatuh cinta sejatuh-jatuhnya, seperti gue jatuh cinta ke Arga, Ken."

Annea yang mendengar itu sontak menoleh pada mereka berdua. Kasihan sebenarnya pada Kenan, tapi menurut Annea laki-laki itu terlalu mendesak dan memaksa Yosandrea untuk beralih mencintainya di tengah Yosandrea memiliki kekasih.

Itu tidak habis pikir, bagi Annea.

"Happy birthday, Legaskar High School!"

Jreng!

I've been too busy, ignoring, and hiding—

"WAAA!"

About what my heart actually say ...

Stay awake while I'm drowning on my thoughts ...

Sometimes a happiness is just a happiness.

"Aaa ... pacar gue keren banget ..." ucap Yosandrea terharu.

"Jir, perut gue jadi mules," ujar Kenan.

BUK!

"Akh!" ringis Kenan yang baru saja dipukul oleh Yosandrea.

"Kurang ajar lo bilang kayak gitu ke pacar gue!" ketus Yosandrea seraya melotot.

That makes me happy ...

Soul try to figure it out.

From where I've been escapin' ...

Running to end all the sin.

Get away from the pressure ...

Wondering to get a love that is so pure ...

Gotta have to always make sure—

That I'm not just somebody's pleasure ...

"Apa yang lo suka dari dia, sih?" tanya Kenan seraya melipat kedua tangannya di dada.

"Apa? Lo nanya Kenan?" tanya Yosandrea.

"Lihat—"

"Seluruh penghuni Legaskar High School memusat mata ke pacar gue sekarang dan mereka semua menikmati suara merdu yang dimiliki pacar gue. Gue bangga jadi pacar Arga karena itu," jelas Yosandrea.

"Astaga! Bisa-bisanya nanya apa yang gue suka dari dia? Jelas Arga berbakat dan dia ganteng—lebih ganteng dari lo, Kenan Arvaenza!" ucap Yosandrea lanjut berkata.

"Udahlah, Ken. Jangan bandingin diri lo sama Arga di depan Yosandrea. Sekali pun Arga jelek, tetap Arga yang dimenangin Yosandrea, bukan lo," ujar Annea yang mulai membuka suara.

"Tau, aneh banget," sahut Yosandrea kesal.

"Nanti juga gue yang lo bangga-banggain, Ca," ucap Kenan dengan santai.

"Halu banget, dih! Awas aja kalo lo sampai guna-guna gue demi dapetin gue ya," sahut Yosandrea.

Lihat selengkapnya