"Tinggal ngomong," sahut Kenan.
"Ikut gue," ajak Argatha dan Kenan pun berjalan mengikutinya.
Laki-laki itu ternyata membawa Kenan ke rooftop. Tampak sesampainya di sana Kenan mengedarkan pandangannya, pada barang-barang yang rusak. Bukan seperti rooftop, melainkan seperti gudang.
"Berantakan banget," ucap Kenan, lalu ia membuang stik bekas permen lollipopnya ke sembarang arah.
"Sialan lo malah nambahin sampah," ketus Argatha.
"Mau ngomong apa?" tanya Kenan, lalu ia kembali berkata, "Soal Oca-nya gue?"
"Rea punya gue," ucap Argatha dengan tegas.
Kenan tampak tersenyum meremehkan, lalu ia berkata, "Oke lah ... Rea punya Arga."
"Lo taukan Yosandrea itu pacar gue?" tanya Argatha seraya menatap Kenan tajam.
"Of course," sahut Kenan.
"Dan lo juga taukan kalo berusaha ambil Yosandrea dari gue, haram hukumnya?" tanya Argatha.
Kenan mengangguk tegas, lalu berkata, "Of course, seperti makan babi."
"Jadi, gue kasih peringatan buat lo, Kenan. Jauhin Yosandrea dan jangan ambil kesempatan apapun saat di rumah, karena gue bisa lihat itu semua," jelas Argatha.
Kenan tampak mengernyitkan keningnya, lalu bertanya, "Tuhan lo?"
"Terserah. Yang penting lo paham yang gue omongin barusan," ucap Argatha.
"Paham, tapi—"
"Gue pikir-pikir dulu buat jauhin Oca," sahut Kenan.
Setiap jawaban-jawaban Kenan menimbulkan emosi di hati Argatha. Laki-laki itu mulai kesal dengan Kenan yang tampaknya tidak serius. Terkesan mempermainkan emosi Argatha jadinya.
"Ck! Gue minta lo jauhin Yosandrea!" bentak Argatha.
"Gue orang pertama yang kenal Yosandrea. Lo itu orang baru, Arga. Orang baru gak ada apa-apanya," ucap Kenan, lalu laki-laki itu hendak pergi dari rooftop tersebut.
"Lo bilang apa?" tanya Argatha menghentikan langkah Kenan.
"Orang baru gak ada apa-apanya," sahut Kenan.
BUGH!
Kenan yang tak siap menerima pukulan dari Argatha sontak tersungkur ke lantai. Laki-laki itu segera bangkit dan kembali berdiri untuk menatap ke arah Argatha. Bibirnya terasa dingin, Kenan meraba sejenak, lalu mengelap darah pada bibirnya.
"Kurang ajar lo bilang kayak gitu!" ketus Argatha, lalu kembali berkata, "Lo anak baru di Legaskar dan lo gak tau apa-apa soal gue!"
Laki-laki itu hanya membalasnya dengan senyuman. "Ampun sepuh Legaskar," ucap Kenan sambil menunduk di hadapan Argatha.
"Lo mau mati di tangan gue?" tanya Argatha.
"Lo mau cewek lo nangis kehilangan gue?" tanya Kenan.
Lalu kembali berkata, "Yosandrea emang pacar lo, tapi kepergian gue bisa bikin cewek lo itu nangis berbulan-bulan."
"Dia ada dipihak gue," lanjut Kenan.
"Bacot anjing!" bentak Argatha emosi.
Argatha sontak menarik kedua kerah seragam Kenan, lalu ia berkata, "Mau lo orang pertama atau lo orang lama yang hidup sama Yosandrea, gue gak peduli sialan!"
"Gue adalah orang yang berpengaruh dalam hidup Yosandrea, karena kepergian lo, gue yang jadi obatnya!"
BUGH!
Satu pukulan lagi berhasil mendarat di wajah Kenan. Lagi dan lagi laki-laki itu hanya mengusap darahnya saja. Tidak ada niatan membalas, sebab Kenan sadar diri bahwa sikapnya untuk mengambil Yosandrea dari Argatha itu salah.