That Little Promise

ALSHA MARSHANDA
Chapter #13

Bab 13 - Two-LOL!

"Loh, Oca!" teriak Bunda setelah selesai menyimpan roti bakar di atas meja.

Yosandrea menghentikan larinya yang hendak pergi keluar rumah, lalu ia menatap ke arah Bunda.

"Kamu belum sarapan mau kemana?" tanya Bunda heran.

"Maaf Bunda, aku harus buru-buru pergi ke sekolah sekarang," jawab Yosandrea tergesa-gesa.

Bunda pun segera menyerahkan roti bakar pada Yosandrea untuk dibawa olehnya. Tentu Yosandrea pun mengambil roti bakar tersebut. Sebelum kembali berlari keluar rumah, Yosandrea mencium punggung tangan Bunda terlebih dahulu.

"Dah ... Bunda!"

"Selalu rusuh anak itu," ucap bunda, lalu terduduk di meja makan.

Karena hari masih pagi, sekitar pukul setengah enam pagi suasana di jalanan masih kosong. Tidak banyak motor yang berlalu lalang, maka dari itu Yosandrea bisa membawa motornya dengan kecepatan tinggi. Rupanya ada tujuan yang harus segera Yosandrea tuju setelah sampai di sekolah.

Sambil membawa motornya, Yosandrea berusaha mengunyah roti bakar utuh yang sedari tadi ia simpan dengan cara mengigitnya.

Sampai di parkiran sekolah, roti itu tersisa setengahnya dan masih Yosandrea gigit. Perlahan gadis itu melepaskan helm di kepalanya, lalu turun dari motor.

Namun, saat dirinya membalikan tubuh ia dikejutkan oleh seorang pria yang berdiri di dekatnya.

"Wwenann!" ucap Yosandrea dengan mulut yang tertutup roti.

Kenan mencondongkan tubuhnya. Tepat wajahnya berada di depan wajah Yosandrea—matanya beralih pada roti yang ada di mulut Yosandrea. Tanpa segan, Kenan ikut mengigit roti tersebut dan hampir bibir Kenan menyentuh bibir Yosandrea.

Flash!

Yosandrea dan Kenan tersentak setelah merasa ada kilatan cahaya. Kenan menatap pada langit mengira itu kilatan petir, sedangkan Yosandrea menatap ke seluruh penjuru, karena ia tau itu pasti kilatan dari flash kamera.

BUK!

"Akh!" Kenan meringis setelah lengannya dipukul Yosandrea.

Gadis itu menelan sisa rotinya, lalu berkata, "Lo ngapain, sih?! Jadi ada yang foto kita tau! Gue udah bilang jangan deket-deket gue di sekolah!"

"Bagus ada yang foto kita itu artinya kita terkenal," sahut Kenan.

Yosandrea berdecak kesal, lalu berkata, "Lo beneran pengen hubungan gue sama Arga putus ya?"

"Of course!" jawab Kenan dengan lantang.

"Anak setan!" bentak Yosandrea, lalu gadis itu segera pergi meninggalkan Kenan di sana.

Kenan tersenyum, lalu di dalam hatinya ia berkata, "That's my dream, Oca."

"Kenapa anak itu ke sekolah pagi-pagi ya?" tanya Kenan sendiri.

"Gue jadi gak mandi hari ini."

Tadi Kenan masih berada di alam mimpinya. Namun, setelah mendengar motor Yosandrea yang menyala, laki-laki itu langsung terbangun dari tidurnya. Setelah melihat Yosandrea sudah pergi ke sekolah di jam setengah enam pagi, ia pun jadi ikut-ikutan untuk bergegas pergi ke sekolah tanpa mandi terlebih dahulu.

***

Gara-gara Kenan, Yosandrea jadi lupa dengan tujuan utamanya datang ke sekolah pagi-pagi. Tujuannya adalah menghampiri Argatha yang semalam marah padanya karena ke two-lol-an Yosandrea sendiri. Bisa-bisanya mulut Yosandrea mengucapkan pertanyaan seperti itu.

Argatha langsung mematikan teleponnya dan sulit untuk Yosandrea hubungi hingga detik ini.

Pintu studio terbuka, membuat Kenzo, Jeno, Yuda dan Anggara serentak menatap ke arah pintu.

"Di mana Arga?" tanya Yosandrea.

"Ke luar negeri," jawab Kenzo berhasil membuat lutut Yosandrea lemas.

"Hush!" tegur Anggara, lalu berkata, "Lo bikin anak orang panik aja."

"Gak tau Rea, dia belum datang," jawab Anggara.

Yosandrea menghela napasnya, lalu berkata, "Nanti kalo dia udah datang, kasih tau ya. Gue nyariin dia."

"Kalian lagi berantem?" tanya Jeno.

"Gitu deh. Pokoknya tolong kasih tau dia ya kalo gue nyariin," sahut Yosandrea, lalu gadis itu pun segera pergi dari sana.

"Tebak," ucap Kenzo.

"Kenan," jawab Jeno dan Anggara yang langsung diacungi jempol oleh Kenzo.

"Calon korban, kah?" tanya Jeno.

"Semoga aja enggak," jawab Anggara, lalu kembali berkata, "Si Samuel aja masih koma. Gila aja kalo si Kenan nyusul."

"Lo kayak gak tau aja Arga gimana? Mana ini menyangkut soal Rea lagi. Kebayang gak parahnya?" ucap Kenzo.

"Wah, udah sih," sahut Jeno.

Yosandrea berjalan menuju kelas dengan keadaan lemah, letih, lesu, tidak berdaya lantaran gadis itu tidak menemukan Argatha. Sesampainya di kelas Annea, menyadari raut wajah sahabatnya itu.

"Kenapa lo? Nekuk banget wajahnya. Itu mulut sampai hampir nyium hidung," ucap Annea.

Tidak menjawab, Yosandrea malah menatap Annea dengan bibirnya yang bergetar.

"Heh, kenapa?" tanya Annea panik.

"An ... hiks!" ucap Yosandrea dengan mata yang sudah mengucurkan air mata.

"Gue two-lol, An, hiks!"

Annea terus memperhatikan serta menunggu ucapan Yosandrea yang tersendat-sendat itu.

"Arga marah sama gue dan gue gak nemuin dia di sekolah ... dia gak ada udah gue cari-cari ..." jelas Yosandrea seraya menangis.

Mendengar itu Annea sontak menarik Yosandrea ke dalam pelukannya. Perempuan itu segera menenangkan Yosandrea dengan mengusap lengannya.

"Kenapa dia marah? Ada masalah apa?" tanya Annea yang sudah sedikit menebak bahwa sebabnya pasti karena Kenan.

Dan benar saja.

Yosandrea menjelaskan soal masalah Kenan dan Argatha, lalu ia lanjut berkata, "Terus gue nanya sama dia ... 'kamu apain Kenan?' gitu ...."

BRUK!

Lihat selengkapnya