"Hai Kenan, lo apa kabar?" tanya Distria dengan senyumannya.
"Gue senang dengan kehadiran lo di sini, di Legaskar High School. Karena apa?"
"Karena lo pasti ambil Rea dari Arga, kan? Dan itu bisa bikin gue mudah buat deketin Arga," jelas Distria tak henti tersenyum.
"HEH!" bentak Yosandrea, lalu kembali berkata, "Lo pikir gue mau gitu sama Kenan? Dan lo pikir Arga mau sama lo?!"
"Aduh ... di sini banyak cermin ya, Distria. Sebelum lo berhalu jadi miliknya Arga, mending bandingin dulu wajah mereka!" ralat Annea.
"Hehe, iya mereka," ujar Yosandrea sambil tersenyum.
Setelah acara tersebut selesai mereka semua mulai meninggalkan gedung tersebut. Di luar Yosandrea masih bersama Annea. Tentu kedua gadis itu menunggu Argatha dan yang lainnya. Selang beberapa menit Argatha dan teman-temannya mulai menampakkan diri.
"Arga ..." panggil Yosandrea dengan nada manja.
"Halo, Baby," sahut Argatha sambil mengacak gemas rambut Yosandrea.
"Selamat ya ... kamu hebat banget!" ucap Yosandrea sambil tersenyum.
Argatha tersenyum, lalu berkata, "Makasih Baby, tapi—"
"Gak apa-apa. I'm proud of You, Arga!" ujar Yosandrea membuat Argatha yang awalnya merasa sedikit sedih menjadi bahagia kembali.
"Iya, kalian jangan berkecil hati. Meskipun juara kedua kalian semua tetap kebanggaan sekolah, hebat!" ucap Annea di akhiri acungan dua jempolnya.
Mendengar itu anggota Band Legas merasa bersemangat kembali.
"Kenzo," panggil Annea.
Kenzo menoleh datar.
"Buat lo," ucap Annea seraya menyerahkan paperbag pada Kenzo.
Kenzo meraih paperbag tersebut.
"Ekhem! Cie ..." ucap Anggara yang langsung mendapatkan lirikan sinis dari Kenzo.
"Bilang apa kalo dikasih sama orang?" tanya Jeno.
"Makasih," ucap Kenzo datar.
"Pintar anak Papa," sahut Jeno sambil menepuk pundak Kenzo.
"Najis," ujar Kenzo.
Sontak mereka semua tertawa melihatnya. Kenzo ini tipe-tipe cowok yang cool abis. Namun katanya sebelumnya Kenzo tidak seperti ini. Ada suatu kejadian di mana kejadian itu berhasil merubah sikap Kenzo.
"Lo bisa gak sih, An—" ucapan Kenzo berhenti begitu saja.
"Kenapa?" tanya Annea terkejut menatap Kenzo.
Laki-laki itu terdiam sejenak, lalu berkata, "Gak jadi."
"Apaan sih lo gak jelas banget dah," ucap Anggara.
"Kalo ngomong tuh jangan setengah-setengah pamali," ujar Argatha.