"AYAH!" teriak Yosandrea seraya berlari masuk ke dalam rumah.
"Ayah aku kang—mmpphh!"
"Berisik," ucap Lionel setelah berhasil menjejalkan roti pada mulut adiknya itu.
Yosandrea menatap Lionel tajam dengan mulutnya yang berusaha mengunyah.
"Datang itu ucapin salam, bukan teriak-teriak gak jelas," ujar Lionel.
Yosandrea menelan rotinya, lalu berkata, "ABANG!"
"Nyebelin banget, sih!" ketus Yosandrea.
"Oca ... jangan marah-marah. Udah sini duduk," pinta Bunda.
"Abangnya Bunda ... dia nyebelin mulu tiap kesini," ucap Yosandrea, lalu mendudukkan dirinya di samping Nessie.
Nessie yang mendengar sontak mengusap lengan Yosandrea, sambil berkata, "Nanti Kak Nessie balas jejelin mulut Lionel pake roti ya."
"Pake sandal aja, Kak!" sahut Yosandrea sembari mencebikan bibirnya.
"Nih." Lionel menyerahkan satu lembar uang berwarna merah.
"Gak," sahut Yosandrea.
"Nih." Lionel menambahkan jumlah uangnya.
"Gak," sahut Yosandrea lagi.
"Ngelunjak banget adik siapa, sih? Udah ah kalo gak mau," ucap Lionel.
Dengan cepat Yosandrea meraih uang di tangan Lionel, lalu berkata, "Satu lagi dong ...."
Lionel menatap Yosandrea sinis, lalu memberikan selembar uang lagi. Bibir Yosandrea seketika melengkung sempurna.
"Terima kasih Abang sayang ... muachh!" ucap Yosandrea.
"Suami Kak Nessie baik banget deh," ujar Yosandrea.
"Ada maunya doang bilang gitu," sahut Lionel membuat Yosandrea tertawa.
Sudah lama sekali rumah ini tidak merasakan suasana yang hangat. Yosandrea merasa senang keluarganya bisa kumpul kembali di rumah ini. Meskipun tidak setiap hari, ya setidaknya ada waktu di mana mereka bisa berkumpul.
"Ayah tau dari Bunda katanya Arga ikut kompetisi hari ini ya? " tanya Ayah.
"Iya Ayah, Band Legas ikut kompetisi Band antar sekolah se-Jawa Barat," jelas Yosandrea.
"Terus menang gak? Pasti menang dong," ucap Ayah.
"Mm ... menang sih, tapi mereka juara kedua," jelas Yosandrea.
"Hebat dong, seenggaknya mereka tetap juara," sahut Bunda seraya menarik kursi sebelum akhirnya terduduk.
"Pacar kamu tadi kenapa gak diajak masuk dulu?" tanya Nessie.
"Tadi gak bareng aku pulangnya," jawab Yosandrea sebelum menyuapkan cookies ke dalam mulutnya.
"Punya pacar yang cukup banyak penggemarnya perasaan kamu gimana Oca? Overthinking tiap malam gak, sih?" tanya Nessie yang penasaran.
Dulu saat Nessie bersama Lionel rasanya tenang sekali, karena Lionel ini tidak ada penggemar-penggemarnya. Ditambah Lionel sangat setia kemana pun pasti selalu bersama Nessie.
"Gimana ya ... aku sih gak ambil pusing ya, Kak. Udah aja gitu mereka fans Arga dan aku percaya Arga," jawab Yosandrea, lalu gadis itu kembali berkata, "Cuma kadang ada kesalnya juga, semisal lagi asik makan berdua di kantin tiba-tiba ada yang minta foto lah, apa lah dan mereka tuh kadang buta kalo aku pacarnya."
Sering kali seperti itu Yosandrea selalu dipandang ghaib oleh penggemar Argatha. Namun, Yosandrea tidak mengambil pusing selagi Argatha tidak selingkuh.
"Yuk, makan dulu keburu dingin makanannya," ajak Bunda seraya menuangkan nasi pada masing-masing piring.
"Yeay! Aku udah lap—"
"Panggil Kenan kesini Oca," pinta Bunda.
Yosandrea terdiam, lalu berdecak kesal sambil berkata, "Apaansih Bunda, udah biarin aja gak usah diajak kesini."
"Oca, gak boleh kayak gitu. Dia sendiri di rumahnya kamu gak kasihan apa. Kita harus membagi kehangatan," ucap Bunda membuat Yosandrea mencebikan bibirnya.
Dengan berat hati Yosandrea melenggang keluar rumah dan segera berjalan ke rumah Kenan. Perasaannya yang kesal membuat Yosandrea menekan bel berkali-kali, bahkan sampai Kenan sudah membuka gerbang pun Yosandrea masih menekan-nekannya.
"Gue di sini," ucap Kenan.
"KE RUMAH KATA BUNDA!" bentak Yosandrea, lalu gadis itu menghentakkan kakinya meninggalkan Kenan.
Kenan masih terdiam, dia tertawa kecil melihat sikap Yosandrea yang menurutnya sangat menggemaskan.
"Malam Bunda," sapa Kenan setelah masuk ke dalam rumah.
"Loh, Om—" Kenan langsung menjabat tangan ayah sambil berkata kembali, "Gimana kabarnya sehat Om?"
"Sehat-Sehat, kamu gimana kabarnya?" tanya ayah sambil menepuk-nepuk pundak Kenan.
"Sehat juga Om," jawab Kenan sambil tersenyum.
Pandangan Kenan teralihkan pada Lionel dan Nessie, seketika ia langsung menjabat tangan keduanya.
"Kita udah tua sayang. Dulu Kenan sama Oca masih bocil-bocil. Lihat mereka sekarang—"
"Iya, waktu berjalan cepat banget rasanya," sahut Nessie menjawab ucapan Lionel.
"Ada yang berubah dari mereka berdua sekarang," ucap bunda membuat ayah, Lionel dan Nessie penasaran.
"Apa?" tanya ayah.
"Dulu mereka kayak sepasang sandal, sekarang kayak tom and jerry," jelas bunda.
Karena ucapan bunda, Yosandrea dan Kenan refleks saling menatap.
"Apa lo lihat-lihat?" tanya Yosandrea ketus.
"Dih, lo yang duluan," jawab Kenan.
"Lihat," ucap bunda tersenyum.
Serentak—ayah, Lionel dan Nessie tertawa. Benar-Benar berbeda dan berubah dari Yosandrea dan Kenan versi remaja ini. Obrolan mereka dilanjut seraya menyantap makan malamnya.