That Little Promise

ALSHA MARSHANDA
Chapter #21

Bab 21 - Mama?

"Gue gak curiga, tapi—"

"Soal jalan yang dibilang sama Arga bisa jadi kebetulan sama aja, Rea," ucap Annea.

"Tapi logikanya Kenan di sini baru An dan dia biasa aja gak ada interaksi sama siapa-siapa. Siapa yang mau benci sama dia coba?" tanya Yosandrea.

"Kita gak tau di luar sana Kenan gimana. Bisa jadi tuh anak emang ada masalah dari luar," jelas Annea, lalu ia kembali berkata, "Pacar lo Arga, Rea, lo harus ingat itu. Jangan sampai lo malah nuduh pacar lo sendiri dan berpihak sama Kenan."

Mendengar ucapan Annea, Yosandrea langsung terdiam. Gadis itu tersadar dengan apa yang sudah dipikirkannya. Yosandrea hampir saja menuduh pacarnya sendiri tanpa bukti yang jelas.

'Apa sih, gue mikir apa sampai mau nuduh pacar gue sendiri.'

'Aduh ... Rea lo harus ingat! Pacar lo Arga dan stop peduli sama teman masa kecil lo itu, itu udah berlalu!'

Bunyi bel masuk mengalihkan lamunan Yosandrea sejenak. Bagas dan Theo kembali pada tempat duduknya masing-masing, sedangkan Annea, ia mulai mengeluarkan buku-buku dan alat tulisnya. Setelah mengeluarkan alat tulis, Annea beralih menatap sahabatnya yang masih terdiam.

"Jangan berlebihan dan jangan salah langkah," ucap Annea.

"Terus ingetin gue ya, An, gue kadang gak sadar malah berpihak sama Kenan," sahut Yosandrea.

***

Kenan masih berada di rumah sakit, ia menunggu bunda Allaya datang menjemputnya. Selagi menunggu bunda Allaya, tidak henti-hentinya Kenan menatap foto masa kecilnya bersama Yosandrea. Sesekali ia tersenyum mengingat kenangan masa kecilnya yang sangat ramai bersama gadis berisik itu.

Tiba-Tiba Kenan teringat soal dirinya kemarin yang seketika dicegat dan dikeroyok tanpa sebab. Kenan yakin itu bukan begal atau semacamnya, karena orang-orang itu hanya mengincar tubuhnya bukan motornya.

'Apa itu suruhan Arga? Kalo emang iya, berarti hal itu yang bikin orang-orang ngasih peringatan ke gue.'

'Cih!'

'Gue yang sekarang bukan lagi Ava-nya Oca pada 8 tahun yang lalu. Kehancuran keluarga dan luka hebat di masa kecil ngebentuk pribadi gue jadi kuat.'

'Apa semua luka-luka ini? Ini gak ada apa-apanya dibanding luka masa kecil dan luka atas kehancuran keluarga gue.'

'Pokoknya gue akan tetap ambil janji kecil itu, meski apapun yang akan terjadi nanti Yosandrea tetap milik gue.'

Setelah berbicara dengan dirinya sendiri, laki-laki itu beranjak dari duduknya. Kenan pergi keluar dari ruangannya, ia berjalan-jalan sejenak di sekitar rumah sakit untuk mengusir rasa bosan. Terlebih, Kenan tidak menyukai bau obat khas rumah sakit.

Saat berjalan menyusuri area rumah sakit, pandangan Kenan terfokus pada salah satu orang yang baru saja berjalan melintas di depannya.

"Mama?" tanyanya sendiri.

Wanita itu tentu tidak mendengar, sebab ia terus berjalan tanpa melirik ke arah manapun. Kenan yakin, itu Jena—ibunya. Tanpa berdiam lama laki-laki itu segera berjalan untuk menghampiri dan memastikan bahwa itu benar ibunya.

Namun sayangnya, keadaan rumah sakit tengah ramai. Banyak orang berlalu lalang di sana membuat langkah Kenan terhalang dan jarak Jena semakin jauh dengan Kenan.

"Mama!" panggil Kenan berharap wanita itu berhenti dan menoleh padanya.

"Kenan ..."

"Loh, kok gak ada siapa-siapa," ucap bunda Allaya.

Bunda semakin masuk ke dalam ruangan dan ia sama sekali tidak mendapati Kenan di sana. Hanya menemukan foto Kenan dan Yosandrea saat kecil yang tergeletak di atas meja.

"Gemas sekali lihat mereka berdua waktu kecil," ucap bunda sambil memasukkan fotonya ke dalam tas.

Kenan berdiritanpa suara dengan pandangan yang masih menatap ke arah depan. Wanita tersebut rupanya tidak mendengar sama sekali atau mungkin memang bukan Jena, makanya ia tidak menoleh. Dengan lesu Kenan membalikkan tubuhnya dan seketika terperanjat dengan kehadiran bunda Allaya.

"Kamu ngapain di sini? Bunda samperin ke ruangan tadi," tanya bunda.

"Aku habis jalan-jalan sebentar Bunda," jawab Kenan.

"Ada sesuatu yang terjadi?" tanya Bunda setelah melihat ekspresi wajah Kenan tampak sedih.

Sambil berjalan Kenan bercerita pada bunda Allaya, bahwa barusan ia melihat Jena. Karena hal itu pasti akan membuat Kenan penasaran jadi bunda Allaya membantu Kenan untuk menanyakan pada staff rumah sakit untuk mencari nama Jena. Siapa tau tertera di data rumah sakit.

"Maaf Ibu saya sudah cek seluruh data pasien dan saya tidak menemukan atas nama Jena," ucap staff rumah sakit tersebut.

"Oh ... begitu, ya sudah terima kasih," sahut Bunda sambil tersenyum.

Lihat selengkapnya