Argatha menyandarkan tubuhnya pada kursi di studio. Helaan napasnya sangat berat dan raut wajah laki-laki itu terlihat sendu. Kali ini tidak mudah untuk memaafkan apa yang ia lihat barusan. Mungkin bisa untuk memaafkan, tetapi tidak untuk melupakan apa yang Yosandrea lakukan.
"Udah putus aja kata gue mah," ucap Anggara seraya memberikan minuman kaleng pada Argatha.
"Lo pikir gampang. Cinta gue ke Yosandrea itu besar," ujar Argatha.
"Halah, persetan dengan cinta," sahut Anggara, lalu ia kembali berkata, "Emang lo bisa maafin Yosandrea kali ini? Dia yang peluk Kenan, bukan Kenan yang peluk Rea, loh."
"Gue tau," sahut Argatha.
"Nah, jadi?"
"Gue maafin dia sekali lagi," ucap Argatha seraya beranjak dari duduknya dan pergi keluar studio.
Hal itu berhasil membuat Anggara tercengang di buatnya.
"Emang tolol kalo udah kenal cinta," ujar Anggara.
Di kantin, Yosandrea memakan makanannya sambil sibuk melirik ke berbagai arah untuk mencari sosok Argatha. Terhitung sudah 10 menit Yosandrea di sana dan Argatha belum juga tampak di matanya.
"An, beneran dia gak ada ke kantin tadi sebelum gue ke sini?" tanya Yosandrea.
"Gak ada. Tanya aja Bagas sama Theo. Gue sama mereka dari tadi di sini," jelas Annea.
"Beuh! Emang paling nikmat makan seblak pake nasi," ucap Theo yang baru saja tiba di meja seraya meletakan semangkuk seblak dan juga kotak makan yang berisi nasi.
Bagas dan Kenan yang sama-sama baru datang, keduanya hanya bisa menggelengkan kepalanya. Detik berikutnya pandangan Theo melirik pada makanan milik Kenan dan juga Bagas.
"Mau dipakein nasi nih, cendol?" tanya Kenan.
Mendengar pertanyaan Kenan, Bagas sontak tertawa terbahak-bahak. Pasalnya sering kali Theo seperti itu apa pun makanan ia tambahkan nasi.
"Gak yang manis juga, sialan," sahut Theo.
"Lah, waktu itu lo makan nasi pake mangga," ucap Annea.
"Anggap aja sticky rice," jawab Theo.
"Beda ya, anjir! Bukan pake nasi," sahut Yosandrea.
Semerbak wangi parfum menyeruak di hidung Yosandrea. Wangi yang sangat familiar dan tentunya Yosandrea tau siapa pemilik parfum tersebut. Dengan cepat gadis itu menoleh dan benar saja Argatha berdiri di belakangnya.
"Kamu habis darimana? Kok baru ke sini?" tanya Yosandrea.
Sebelum menjawab, Argatha terduduk di samping Yosandrea terlebih dahulu. Laki-laki itu mengeluarkan satu permen gummy dari kantong seragamnya. Berhasil membuat Yosandrea tersenyum senang.
"Tadi aku habis temenin Anggara dulu di studio," dustanya.
"Oh ... aku takutnya kamu diganggu Distria," ucap Yosandrea.
"Ca, nanti malam beli persiapan buat liburan sama gue," ajak Kenan.
"Gak usah mulai deh," sahut Annea seraya melemparkan kerupuk ke arah Kenan.
"Beli aja sendiri. Gue mau beli sama Arga juga," ketus Yosandrea.