"Gimana holiday kemarin? Lo gak bawa oleh-oleh buat gue?" tanya Annea setelah Yosandrea baru tiba di kelas.
"Bukan holiday kemarin tuh," jawab Yosandrea setelah menyimpan tasnya ke atas meja.
"Lah, gak jadi?" tanya Bagas.
Yosandrea menjawab, "Jadi. Bukan holiday, tapi holy shit!"
Mendengar jawaban Yosandrea, Theo tertawa. Laki-Laki itu paham apa yang di maksud oleh Yosandrea. Mengingat gadis itu pergi liburan bersama Kenan dan Argatha, sudah Theo pastikan itu penyebabnya.
"Mereka berantem? Atau tarik-tarikan lo di depan ayah bunda?" tanya Theo setengah tertawa.
"Dua-Duanya. Mereka sampai dihukum sama bunda tau," jelas Yosandrea.
"Serius?" tanya Annea, lalu Bagas berkata, "Ceritain coba. Anjirlah bener-bener mereka berdua."
Yosandrea pun menceritakan secara detail tentang liburannya kemarin serta hukuman Kenan dan Argatha. Pagi itu di meja itu sangatlah ramai oleh tawa dan candaan, hingga akhirnya selesai setelah Kenan tiba di kelas.
"Kok gue dateng sepi, tadi gue denger di luar berisik amat di meja ini," ucap Kenan.
"Gue gak akan dukung lo sama Rea, Ken," ujar Annea membuat Kenan mengernyitkan keningnya.
"Tapi kalo lo sama Arga, gue dukung lo paling depan!" lanjut Annea berkata dengan semangat penuh.
"Najis!" ketus Kenan membuat semua yang ada di meja itu tertawa.
"Gue bukan kaum pelangi ya anjir," ucapnya lagi sambil mengingat hukuman bunda dan berakhir bergidik merinding.
Obrolan mereka harus terhenti setelah bel masuk berbunyi bertepatan dengan guru mata pelajaran yang masuk ke dalam kelas. Masing-Masing dari mereka segera menempati tempat duduknya dengan rapi dan seperti biasa, Yosandrea mengambil buku absensi di meja guru.
Di sisi lain, Argatha baru saja keluar dari toilet. Sambil berjalan ia sibuk melihat ponselnya yang menunjukan beranda Instagram. Awalnya tidak ada postingan yang begitu penting baginya, hingga seketika ada satu postingan yang membuat langkah Argatha terhenti sejenak.
Postingan foto seseorang dengan caption yang menunjukkan bahwa dirinya telah kembali ke Indonesia.
Jari jemari Argatha mengetik sebuah pesan padanya.
Lo udah di Indonesia?
Ting!
Yup! Ayo ketemu.
***
"An, gue ke tempat jus dulu ya, lo antri sini," ucap Bagas yang diangguki Annea.
"Jus sirsak satu ya!" teriak Annea pada Bagas yang sudah melangkah.
Laki-Laki itu menoleh, lalu mengacungkan jempolnya. Terhitung tiga orang lagi yang mengantri depan Annea. Kedai sempol ini selalu ramai di setiap harinya dan ketika ingin membeli harus sabar mengantri.
'Sempol lima belas saosnya dipisah. Saos chili oil, saos keju pedas sama saos kacang, oke!'
Sambil mengantri Annea terus menerus mengingat pesanannya. Agar saat giliran dirinya membeli tidak lupa dan tidak terbata-bata. Rasanya pegal sekali, Annea ingin segera duduk di kursi. Karena kakinya tidak bisa diam tidak sengaja Annea menginjak kaki orang di belakangnya.