"Lo dari awal emang gak sayang sama dia ya?"
"Maksud lo apa?!" tanya Argatha dengan suara meninggi.
Orang-orang yang berlalu lalang di sekitar koridor langsung berhenti untuk melihat ke arah Kenan dan Argatha.
"Kalo sayang sama dia, lo gak akan dengan mudah lepasin Yosandrea karena hal sepele tadi pagi!" jelas Kenan.
Kerah seragam Kenan langsung dicengkeram kuat oleh Argatha. Semua orang di sana seketika berteriak dan berusaha untuk melerai, tetapi laki-laki itu sulit dilerai.
Ia menatap Kenan penuh emosi, sambil menunjuk-nunjuk tepat di hadapan wajah Kenan. "Lo gak pernah tau seberapa besar rasa cinta gue ke Yosandrea!"
"Selama ini—dari semenjak lo datang ke sini, gue selalu berusaha untuk sabar. Berusaha untuk menepis semua rasa sakit di hati gue, ketika lo berusaha deketin dia!"
"Lo masih bilang gue gak sayang sama dia, anjing?!" bentak Argatha.
"Bahkan, sampai waktu itu—tepat depan mata gue sendiri Yosandrea bilang kalo lo punya dia dan Yosandrea peluk lo. Gue masih bisa kasih rasa sayang gue ke dia!" jelas Argatha penuh emosi.
Kenan hanya terdiam dengan penjelasan Argatha barusan.
"Lo bilang gue gak sayang sama dia—setelah gue berusaha maafin dia berkali-kali dan berusaha menerima lo sebagai teman masa kecilnya?!" tanya Argatha.
"Dan gue hampir lenyapin lo di jalan Mahoni Tiga. Tapi setelah itu gue sadar, gue gak akan tega lihat Yosandrea kehilangan lo lagi yang kedua kalinya—bahkan untuk selamanya!"
"Itu bukti kalo gue sayang sama dia!" jelas Argatha.
"ARGA!"
Teriakan itu mengalihkan pandangan Argatha dan Kenan. Di sana Yosandrea berdiri dengan air mata di pelupuk matanya. Sebelum akhirnya gadis itu berjalan cepat dan mendorong keras tangan Argatha yang mencekeram kerah Kenan.
"Kamu apain Kenan?!" bentak Yosandrea.
Deg!
Kalimat itu lagi dengan nada yang lebih tinggi kali ini.
Sebrengsek dan sejahat itu Argatha di mata Yosandrea? Padahal Argatha hanya mencekeram kerah seragam Kenan. Wajah serta tubuh Kenan pun dalam keadaan baik-baik saja.
Argatha tertawa getir, lalu ia menurunkan tangannya dan sebelum tanganya benar-benar diturunkan, Argatha merapikan kembali kerah seragam Kenan.
"Gak aku apa-apain, Rea," ucap Argatha.
Argatha menatap Yosandrea dalam dan berkata, "Mulai detik ini—jangan cari aku lagi ya."
Deg!
"A-Arga, tadi aku gak bermaksud—"
"Maaf Rea, aku gak punya kesabaran yang luas untuk terus sama kamu. Semenjak kehadiran Kenan semuanya udah berubah," ucap Argatha.