"Lo benar-benar tumbuh jadi wanita yang cantik, Ca!"
"Sumpah lo cantik banget!" ucap Cilla dengan mata yang berbinar-binar menatap Yosandrea di hadapannya.
"Ih ... gak usah berlebihan Cilla, gue malu jadinya," sahut Yosandrea, lalu ia berkata, "Lo juga cantik banget kayak idol. Angin Korea emang beda ya, mengandung skincare."
Cilla tertawa mendengar ucapan Yosandrea, lalu ia berkata, "Ada-Ada aja lo, masa iya mengandung skincare."
"Tapi lo gak oplas, kan?" tanya Yosandrea.
"Wah! Habis yang ada gue digebukin si Ibu," sahut Cilla.
Pertemuan tidak sengaja Yosandrea dengan Cilla tadi di minimarket, kini berakhir duduk di cafe terdekat. Kedua gadis itu saling bertukar cerita tentang kehidupannya masing-masing. Meski Yosandrea telah mengetahui bahwa Cilla kenal dengan Argatha, tetapi ia memilih bungkam saja dan pura-pura tidak tahu.
"Serius?!" Cilla membelalakan matanya.
"Lo sahabatan sama Annea?!" tanya Cilla yang berakhir tertawa terbahak-bahak.
"Gak usah ketawa lo, gue juga gak tau kenapa bisa sahabatan sama dia," jelas Yosandrea.
"Tapi dia tumbuh jadi perempuan yang baik, kan?" tanya Cilla lagi.
"Baik lah, makanya gue mau temenan sama dia juga. Kalo masih kayak dulu ogah banget," sahut Yosandrea setelah meneguk matcha-nya.
"Haha ... ingat banget gue jambak rambut dia," ucap Cilla seraya mengingat-ingat saat masih sekolah dasar dulu, lalu ia kembali berkata, "Eh, nanti main yuk bertiga. Gue pengen ketemu sama dia sekalian minta maaf."
"Ayo! Main aja ke rumah gue besok pas gue udah pulang sekolah," ajak Yosandrea.
"Boleh, kabarin aja," sahut Cilla semangat seraya menyerahkan ponselnya pada Yosandrea untuk bertukar nomor.
Ada rasa bahagia sekali di hati Yosandrea setelah bertahun-tahun, akhirnya ia bisa bertemu kembali dengan sahabat masa kecilnya. Dulu di bangku sekolah dasar, Yosandrea dan Cilla selalu bersama di sekolah, di kantin, saat bermain dan juga bersama untuk melawan Annea.
Namun, dibalik rasa bahagianya Yosandrea kembali teringat dengan foto Cilla bersama Argatha. Itu bukan foto biasa sebagai teman atau keluarga, tetapi itu foto yang romantis. Di mana tangan Argatha membentuk setengah love yang menempel pada pipi Cilla.
Ngomong-Ngomong soal Argatha, Yosandrea tersadar kembali tentang hubungannya dengan Argatha yang—
'Hubungan gue sama Arga beneran udahan ya?'
***
"Jadi lo di sini tinggal sendiri, Ken?" tanya Theo yang diangguki Kenan.
"Orang tua lo?" tanya Bagas.
"Mereka udah pisah—"
"Awalnya gue tinggal sama papa di Jakarta, tapi setelah dia menikah pindah lagi ke sini, terus gue disudutin mulu sama wanita jalang satu itu. Jadi ya udah gue pilih kembali ke rumah ini. Selain karena gue kangen Yosandrea, gue gak mau tinggal sama Ibu tiri," jelas Kenan panjang lebar.
"Keuangan lo gimana?" tanya Bagas.