That Little Promise

achamrsha
Chapter #31

Bab 31 - Rumor

"Iya," sahut Yosandrea.

Cilla sontak langsung terduduk di samping Yosandrea, ia meraih tangan Yosandrea, lalu berkata, "Oca, maafin gue, Ca. Gue gak tau kalo selama ini Arga udah punya pacar."

"Ini bukan salah lo dan gue-nya juga udah putus sama dia," sahut Yosandrea.

"Gara-gara gue semalem ya? Gue beneran gak tau, Ca. Pantas aja lo langsung diem dan mata lo berkaca-kaca kemarin. Jadi lo kayak gitu karena—"

"Astaga ..." ucap Cilla dengan wajah yang penuh rasa bersalah.

Yosandrea sontak menggelengkan kepalanya, lalu, berkata, "Gue putusnya bukan karena lo, Cilla. Gara-gara gue sama Kenan terus Arga cemburu."

"Tetap aja gue jadi gak enak sama lo," ucap Cilla.

"Ceritain aja semua, Re, soal Arga," saran Annea pada Yosandrea.

Gadis itu sempat terdiam sejenak untuk berpikir mulai darimana ceritanya. Dari sore hingga tepat jam tujuh malam mereka saling bercerita. Bukan hanya Yosandrea yang bercerita, Cilla pun sama. Ia menjelaskan kenapa dirinya bisa bersama Argatha.

"Dating apps?" tanya Yosandrea dan Cilla menganggukkan kepalanya.

"Tapi—emangnya lo gak tau sosial media Arga selama ini? Di sana banyak foto dia sama Yosandrea, loh," tanya Annea yang sedari tadi ia hanya ikut mendengarkan dan sesekali menyahuti cerita mereka.

"Instagram dia yang gue tau cuma yang ini. Emang ada yang lain?" tunjuk Cilla pada Yosandrea dan Annea.

"Gue malah gak tau dia punya akun ini," sahut Yosandrea.

"Berarti selama ini lo berinteraksi sama dia pake akun second mulai dari Instagram, Whatsapp—dan akun utama dia blokir semua akun lo—" Annea lanjut berkata, "Mulus banget gila selingkuhnya."

"Kalo gue tau akun utamanya mana mungkin gue mau sama dia. Apalagi pacar dia sahabat kecil gue sendiri," jelas Cilla.

Pandangannya kembali beralih pada Yosandrea, i bertanya, "Terus sekarang gimana lo sama Arga, Ca? Lo kalo masih sayang sama dia, gue milih buat mun—"

Dengan cepat Yosandrea menggelengkan kepalanya, lalu ia berkata, "Gue udah gak bisa sama Arga lagi. Gak apa-apa, lo gak usah putus sama Arga."

"Gue jadi gak enak," sahut Cilla.

"Ini bukan salah lo, lo gak tau apa-apa," ucap Yosandrea.

Obrolan mereka terhenti setelah ponsel Cilla berdering. Di sana terlihat jelas nama Argatha di layar ponsel Cilla. Dengan sedikit ragu ia menjawab panggilan tersebut.

"Oke, hati-hati," sahut Cilla sebelum akhirnya ia mematikan panggilannya.

"Kenapa?" tanya Annea yang penasaran.

"Gue harus pulang sekarang. Arga lagi di luar jadi sekalian jemput gue," ucap Cilla.

"Gue juga mau pulang udah malem," ucap Annea.

Yosandrea menganggukkan kepalanya seraya bertanya pada Annea, "Lo gak akan nginep aja, An?"

"Nanti aja kalo anak-anak cowok pada main ke rumah Kenan. Gue nginep sini," ucap Annea.

"Ngomong-ngomong Kenan balik ke rumah depan, Ca? Gimana kabar dia?" tanya Cilla.

"Iya dia baru balik lagi ke rumah itu dan dia penyebab putusnya gue sama Arga," jawab Yosandrea.

"Kenapa bisa?" tanya Cilla.

"Gila pokoknya. Gak di depan, gak di belakang, gak di samping Arga, dia selalu berani menunjukkan kalo dia mau ambil Yosandrea," jelas Annea.

"Terus lo marah banget dong sekarang sama Kenan, Ca?" tanya Cilla dan Yosandrea mengangguk.

"Awalnya iya, tapi setelah tau Arga selingkuh. Gue bersyukur Kenan hancurin hubungan gue," jawab Yosandrea.

Obrolan itu menjadi obrolan terakhir mereka hari ini. Deru suara motor Argatha sudah terdengar di depan rumah. Ada perasaan sesak yang dirasakan oleh Yosandrea. Biasanya jika mendengar deru suara motor tersebut, ia akan berlari dengan cepat menghampiri Argatha dengan senyuman bahagia di wajahnya.

Masa itu sudah habis, Argatha ke sini bukan untuk menjemputnya lagi, melainkan menjemput sahabatnya.

Air mata mengalir membasahi pipi Yosandrea. Ia tidak mengantar Cilla ke gerbang, Yosandrea memilih untuk berdiri di dekat jendela dan melihat Cilla yang sekarang telah menjadi pengganti dirinya.

"Sesak banget dada gue," ucapnya lirih.

Lihat selengkapnya