That Little Promise

achamrsha
Chapter #32

Bab 32 - Penjelasan Kenzo

"Gimana?" tanya Kenzo seraya memperhatikan Annea yang tengah menyantap nasi kuning.

Annea menganggukkan kepalanya sambil berkata, "Enak! Boleh juga hacks-nya."

"Nah, gue tiap sarapan nasi kuning di sini selalu kayak gitu. Minta pakai kecap asin sama bumbu kacang terus kerupuknya minta di tabur di atas," jelas Kenzo.

"Serius ini enak banget! First time gue makan nasi kuning kayak gini. Biasanya kan ya udah nasi sama sambal," ucap Annea, lalu kembali memakan nasinya dengan lahap.

Melihat itu Kenzo tersenyum dan dilihat-lihat sedari tadi Annea cantik sekali, pikir Kenzo.

"An," panggil Kenzo dan Annea menatapnya dengan mulut yang penuh.

"Telan dulu, telan dulu," pinta Kenzo.

Setelah menelan makananya, Annea kembali menatap Kenzo di hadapannya.

"Maafin gue yang kemarin ya," ucapnya, lalu Kenzo kembali berkata, "Gue udah buang-buang surat dari lo, hadiah dari lo, makanan dari lo. Jujur gue nyesel banget udah jahat sama lo, An."

"Ah ... udah gak apa-apa. Jangan dipikirin, itu udah berlalu kok dan gue juga udah maafin lo," sahut Annea seraya tersenyum.

"Gue punya alasan soal itu. Bukan karena gue benci sama lo atau gue gak suka sama lo, bukan itu," ucap Kenzo.

Mendengar ucapan tersebut Annea jadi teringat waktu itu Yosandrea juga mau menjelaskan alasan Kenzo. Gadis itu jadi penasaran sekarang, ada apa memangnya?

"Terus kenapa?" tanya Annea.

"Gue ngerasa hidup itu cuma hitam putih warnanya setelah orang yang menjadi separuh jiwa gue—pergi untuk selama-lamanya," jelas Kenzo.

Mendengar itu Annea langsung menatap Kenzo dengan serius.

"Siapa?" tanya Annea.

"Nan'ya—"

"Dia perempuan ceria yang selalu ada di samping gue, An. Hidup gue dari kecil sampai remaja selalu berisik dan berwarna karena dia. Tapi ternyata yang dikatakan orang-orang itu benar—orang yang ceria dan yang tawanya paling kencang dia adalah orang yang menyimpan banyak luka dan masalah."

"Tapi bodohnya gue, gue gak pernah tau kalo selama ini dia punya banyak luka dan masalah yang dipendam, karena tuntutan keluarganya. Sampai malam itu—"

"Tepat di saat gue mau menyatakan cinta. Bukan kebahagiaan yang gue lihat, tapi kematian dia yang gue lihat malam itu," jelas Kenzo.

Annea membelalakkan matanya karena terkejut.

"Dia kenapa?" tanya Annea.

"Mengakhiri hidupnya."

Seketika Annea menutup mulutnya. Gadis itu benar-benar terkejut dengan cerita Kenzo barusan. Belum selesai sampai di sana, Kenzo kembali bercerita.

"Setelah itu gue ngerasa gagal jadi seorang teman dan hidup gue sunyi meski dunia gue dikelilingi musik—"

"Dan kesunyian itu kembali gue rasain setelah kemarin lo berhenti deketin gue, An," jelas Kenzo seraya menatap Annea dalam.

"Tapi sekarang, entah kenapa hati gue tergerak kembali untuk bangkit dan semangat lagi. Gue mulai berpikir hidup gue masih berlanjut dan Nan'ya bukan akhir dari kehidupan gue."

Mendengar ucapan Kenzo yang terakhir, Annea tampak mengangguk-anggukan kepalanya. Ia menyetujui ucapan Kenzo tersebut. Tanpa Annea sadari tiba-tiba saja gadis itu menggenggam tangan Kenzo, ia menatap Kenzo begitu dalam.

"Iya! Ucapan lo itu benar Kenzo. Kehidupan lo masih berlanjut dan lo gak boleh berhenti di situ aja, lo harus kembali semangat!" ucap Annea.

Kenzo terdiam menatap Annea di hadapannya dan sesekali pandangannya turun menatap tangannya yang digenggam oleh Annea.

"Udah cukup—cukup putus asanya. Kasihan Nan'ya. Mungkin di alam sana dia lihat lo. Nanti dia gak tenang dan sedih terus karena lo-nya kayak gini, gimana?" jelas Annea.

"Lo harus semangat lagi ya, lo harus ceria lagi mulai sekarang. Masih banyak hacks makanan enak yang harus lo cobain! Nasi kuning pake chili oil, makan seblak pake es krim, makan bubur pake matcha—"

"HAHAHA!"

Gadis itu sedikit tersentak setelah ucapannya yang belum selesai terpotong oleh tawa Kenzo yang terbahak-bahak. Annea yang pertama kali melihat Kenzo tertawa lepas seperti itu jadi ikut tertawa juga. Rasanya senang bisa mengembalikan tawa seseorang yang sudah lama hilang.

"Mau bikin hacks atau ngeracunin diri sendiri?" tanya Kenzo masih dengan tawanya, lalu kembali berkata, "Sekalian aja seblak kuah thai tea."

Annea tertawa mendengarnya. Melihat Annea yang tertawa seketika Kenzo terdiam sejenak. Tawa itu sama percis seperti tawa yang dimiliki Nan'ya. Entah karena sugesti atau memang Annea mirip dengan Nan'ya.

Lihat selengkapnya