That Little Promise

achamrsha
Chapter #33

Bab 33 - Luka Atas Kepergian

"Hei-hei! Ini gue, Oca," ucap Kenan seraya menenangkan Yosandrea yang teriak histeris.

"Aaa! Lo ngapain pake masker wajah keluar rumah?! Gue jadi kaget!" ujar Yosandrea kesal.

"Ya habisnya lo pencet bel berkali-kali terus teriak manggil nama gue, gue panik takut lo kenapa-kenapa," sahut Kenan.

Laki-laki tersebut menarik lembut tangan Yosandrea untuk mengajaknya masuk ke dalam. Karena bel yang berbunyi berulang dan teriakan Yosandrea memanggil namanya, Kenan jadi tidak sempat membawa senter.

"Ganti baju sana, pake baju gue," pinta Kenan setelah melihat Yosandrea basah kuyup sama seperti dirinya.

"Temenin tapi," ucap Yosandrea.

Kenan menatap Yosandrea tanpa berkedip dan tanpa respon apa pun.

"Temenin di luar! Lo mikir apa?!" ketus Yosandrea membuat Kenan tertawa akhirnya.

"Gue nyari senter dulu, bentar—"

Langkah Kenan tertahan setelah Yosandrea merangkul tangannya. "Ikut, gue takut," ucap Yosandrea.

Sambil berjalan dan menuntun Yosandrea, Kenan berkata, "Setan mana yang berani nakutin lo, Oca? Modelan galak kayak gini malah setannya yang takut"

"Ih! Nyebelin lo!" ketus Yosandrea.

"Lo sendiri di rumah ya?" tanya Kenan.

"Makanya gue ke sini," sahut Yosandrea, lalu ia kembali berkata, "Bunda lagi di rumah temennya."

"Penakut ternyata," ucap Kenan.

"Kalo cuma mati lampu doang gue gak takut, tapi ini sama hujan. Lo tau gak kalo hujan malem itu setan-setan di luar pada neduh di rumah," jelas Yosandrea berhasil membuat Kenan tertawa terbahak-bahak.

Sebelum membalas ucapan Yosandrea, Kenan menyalakan senternya terlebih dahulu ke arah gadis itu. Hal itu membuat Yosandrea memejamkan matanya seraya memukul Kenan pelan.

"Teori darimana Oca, setan neduh pas hujan?" tanya Kenan.

Setelah itu Kenan mengantar Yosandrea ke kamarnya untuk mengganti pakaian. Tentunya Kenan menunggu, tepat di depan pintu kamarnya. Sambil sesekali ia mengajak Yosandrea mengobrol, agar gadis itu tidak ketakutan dan berpikir setan meneduh di kamar Kenan.

Selesai mengganti baju dengan pakaian Kenan yang kebesaran untuk ukuran Yosandrea, gadis itu tidak langsung keluar kamar. Perlahan ia menyorot senter ke berbagai arah untuk mengamati kamar Kenan.

Salah satu lemari kaca di kamar Kenan, menarik perhatian Yosandrea. Gadis itu pun segera berjalan mendekati lemari kaca tersebut. Di sana banyak sekali foto dirinya saat kecil, baik sendiri maupun foto bersama Kenan.

Yosandrea tersenyum sambil mengamati foto tersebut dan ia terfokus pada salah satu foto. Di mana foto itu diambil ketika Yosandrea tengah tertawa di kelas. Mungkin, sedang bercanda dengan Annea.

"Ca?" panggil Kenan, lalu ia kembali berkata, "Lo gak tidur, kan?"

"Enggak lah," sahut Yosandrea sambil berjalan keluar kamar.

"Lama banget," ucap Kenan.

"Ini kapan lo foto gue?" tanya Yosandrea seraya menunjukkan fotonya pada Kenan.

"Tiga hari gue masuk sekolah," sahut Kenan, lalu ia merebut foto tersebut di tangan Yosandrea sambil berkata, "Cantik banget senyumnya. Kalo lo tanya apa yang gue suka dari lo—ini yang gue suka dari lo, Ca."

Deg!

Pipi Yosandrea seketika terasa hangat, ia mencoba mengalihkan pandangannya. Takut Kenan tahu bahwa dirinya tengah merasa salah tingkah.

"Lo gak akan ganti baju?" tanya Yosandrea gugup.

"Mau," jawab Kenan, lalu ia bertanya, "Lo mau lihat?"

Lihat selengkapnya