That Little Promise

achamrsha
Chapter #34

Bab 34 - Liontin Kalung

TEEETTT!

Tepat saat lampu lalu lintas berubah menjadi warna merah, bunyi klakson memekakkan telinga dua orang remaja yang hendak pergi ke sekolah.

Bagas yang tersentak karena takutnya menghalangi jalan, sedangkan Annea menoleh dengan tatapan tajamnya pada pengendara motor di belakangnya.

"KAMPRET!" bentak Annea setelah tahu siapa pengendara tersebut.

"Pagi An-An!" sapa Yosandrea yang muncul dibalik tubuh kenan.

"Kirain ada apa, babi," ucap Bagas setelah mengetahui Kenan yang membunyikan klakson tersebut.

"Udah gak nolak lagi ya sekarang," ujar Annea pada Yosandrea.

Gadis itu tersenyum, lalu berkata, "Jomblo itu bebas, Beb!"

"Mulai dah mulai," sahut Annea.

"Lo tau, Ken? Anak ini kalo jomblo—khodam cegilnya keluar," jelas Bagas.

"Semua cowok disenyumin," lanjut Annea melengkapi ucapan Bagas.

"Selain galak lo cegil juga, Ca?" tanya Kenan.

"Heh, kata Bunda—harus jadi anak yang ramah. Gue mah baik hati dan tidak sombong makanya gitu," ucap Yosandrea.

"Tolong bedakan antara cegil dan ramah ya," sahut Annea.

Obrolan mereka terhenti sampai di situ, karena lampu lalu lintas kembali hijau. Selang beberapa menit, mereka dipertemukan kembali di parkiran sekolah. Yosandrea turun dari motor, begitu pun dengan Annea.

"An-An! Beli es susu, yuk!" ajak Yosandrea.

"Masih pagi, lo mau sakit perut?" tanya Annea setelah melepaskan helm-nya.

"Kan yang penting udah sarapan, ayo dong!" Tanpa menunggu persetujuan Annea, Yosandrea menarik lengan sahabatnya itu.

Langkah Annea terhenti, lalu berkata, "Ya udah ayo, tapi buka dulu helm-nya. Lo mau belajar sambil pake helm?"

Yosandrea tersenyum setelah sadar helm-nya masih menempel di kepala. Gadis itu berjalan menghampiri Kenan, tepat di hadapannya Yosandrea mendongak untuk meminta dilepaskan pengait helm-nya. Kenan yang masih belum terbiasa, sering kali ia merasa gugup.

Mungkin kebanyakan Yosandrea marah-marah padanya kemarin. Jadi, ketika Yosandrea bersikap hangat—Kenan merasa aneh.

"Pagi Annea," sapa Kenzo seraya tersenyum.

Annea tersentak sejenak, lalu ia tersenyum dan berkata, "Pagi Kenzo."

Tentu bukan hanya ada Kenzo saja di sana. Langkah Argatha sudah terhenti sejak melihat Yosandrea yang tengah dibuka helm-nya oleh Kenan. Tidak tahu apa yang ada dipikiran Argatha setelah melihat itu, Argatha hanya berdiri—membeku.

"Ayo, An-An!" ajak Yosandrea seraya berlari kecil menghampiri Annea.

Saat melewati Argatha, tidak melirik, tidak menatap, apalagi menyapa. Kehadiran laki-laki itu seolah tidak ada di mata Yosandrea sekarang dan terlihat seperti mereka tidak pernah saling mencinta. Tidak ada yang tidak menyadari hal tersebut, Anggara sontak menepuk pundak Argatha dan Jeno mengajak Argatha untuk duduk di pojok parkiran.

Saat berjalan menyusuri koridor untuk pergi ke kantin, sesekali Annea melirik menatap Yosandrea di sampingnya.

'Cepet banget move on-nya.'

"Lo tadi lihat ada Arga, kan?" tanya Annea.

"Lihat, gue gak buta kok," jawab Yosandrea, lalu gadis itu kembali bertanya, "Kenapa emang?"

"Kok bisa setenang itu?"

"Bisa, anggap aja gak pernah memulai apa pun," sahut Yosandrea.

Tidak mau membahas soal Argatha terlalu panjang, Yosandrea pun mengalihkan topik pembicaraannya.

"Gue semalem tidur di rumah Kenan."

"Serius?" tanya Annea dan Yosandrea mengangguk.

"Bukan sengaja, gue ketiduran. Gara-gara kemarin mati lampu terus hujan dan gue di rumah sendiri, karena takut gue ke rumah dia," jelas Yosandrea.

"Tapi pas lo bangun pakaian lo lengkap, kan? Lo gak megang selimut sambil nangis-nangis kayak di drama China?" tanya Annea.

"Mikir apa sih lo, An? Kebanyakan nonton CEO lo," ucap Yosandrea sambil menggelengkan kepalanya.

Annea tertawa seketika, lalu ia menjawab, "Gue takut lo diapa-apain tau."

Lihat selengkapnya