That Little Promise

achamrsha
Chapter #38

Bab 38 - Lagu Orisinal

Argatha terduduk di kursi luar studio musik. Kepalanya tertunduk dengan helaan napas yang terdengar berat sekali. Rekaman untuk lagu orisinal Band Legas berjalan dengan lancar. Mereka merasa puas dengan hasilnya, begitu pun dengan Pak Anras.

Namun, setelah menyanyikan lagu itu energi Argatha tersedot habis. Ini bukan lagu yang sengaja Argatha tulis, tapi ini isi hatinya yang paling dalam. Laki-laki ini berpikir bagaimana nanti saat pentas seni? Apakah Argatha sanggup membawakan lagunya?

"Kita semua merasa puas sama hasil lagunya, karena ini emang isi hati lo. Jadi, lo bener-bener menghayati pembawaannya tadi," ucap Jeno.

"Tapi untung pembawaan lagunya ramai, kalo mellow—gue gak yakin lo sanggup nyanyinya," ujar Jeno di akhiri tawaan kecil.

Argatha pun mengangguk, menyetujui ucapan Jeno. Memang sengaja Argatha memilih musik-nya yang ramai, karena lirik lagunya dalam sekali.

"Kenapa lo pilih kayak gini sih, Ga?" tanya Jeno.

"Semua jawabannya ada di lagu. Simak aja liriknya dalem-dalem," jawab Argatha.

***

Senin pagi ini Yosandrea dan Annea sudah sibuk dengan buku catatannya. Mereka mempelajari dan membaca ulang buku tersebut sebelum bel masuk berbunyi dan sebelum ulangan akhir semester satu dimulai. Begitu pun dengan tiga laki-laki di depannya, Kenan, Theo dan Bagas mereka—sibuk dengan ponselnya.

"Anjir! Kalah," ucap Theo.

"Kalian gak belajar?" tanya Annea.

"Udah," sahut Bagas.

"Kapan?" tanya Yosandrea.

"Minggu kemarin," sahut Kenan.

Annea dan Yosandrea serentak menggelengkan kepalanya. Sudahlah biarkan saja, Yosandrea dan Annea sepakat apabila di antara mereka meminta contekan, dipastikan tidak akan diberi. Kedua gadis itu kembali mempelajari pelajaran yang ada di buku catatannya, tetapi tiba-tiba perut Yosandrea terasa mulas.

"Aduh! Perut gue mulas," ucap Yosandrea.

"Ke toilet dulu sana," saran Annea.

"Mau gue temenin, Ca?" tanya Kenan.

Tanpa menjawab Yosandrea beranjak dari tempat duduknya, lalu saat dirinya melangkah, ia menginjak kaki Kenan hingga membuat laki-laki itu meringis kesakitan.

"Jahat," protes Kenan.

"Wle!" Yosandrea menjulurkan lidahnya seraya berjalan keluar kelas.

Belum sampai ke toilet, Yosandrea sudah kembali lagi ke kelas. Hal itu disadari oleh Annea dan yang lainnya.

"Cepet banget," ucap Annea.

"Belum nyampe, temenin dong, An," pinta Yosandrea.

"Lah, tadi sok-sokan mau sendiri," ucap Annea seraya beranjak dari tempat duduknya.

Mereka berdua pun langsung berjalan keluar kelas sambil bergandengan tangan. Seperti biasa di jam-jam sebelum mulainya ujian, siswa dan siswi Legaskar High School selalu memenuhi koridor kelas. Ada yang mengobrol sambil membaca buku dan ada juga yang hanya mengobrol saja.

Tinggal beberapa langkah lagi Yosandrea dan Annea sampai di toilet. Sepanjang koridor sekilas mereka berdua mendengar orang-orang saling menyanyikan lagu yang sama. Lagu yang baru masuk ke telinga Yosandrea dan Annea hari ini.

"Tunggu ya, An," ucap Yosandrea sebelum masuk ke bilik toilet.

"Oke," sahut Annea.

Sambil menunggu Yosandrea, Annea sibuk menatap wajahnya pada cermin. Sesekali ia mengoles bibirnya dengan lip balm, lalu merapikan rambutnya menggunakan jari.

"Gak ada tempat duduk apa, ya? Masa gue lesehan di toilet," ucap Annea.

"Rea! Gue tunggu di luar ya, kaki gue pegel pengen duduk," ucap Annea.

Lihat selengkapnya