That Little Promise

achamrsha
Chapter #39

Bab 39 - Dejavu

Annea dan Bagas langsung tersentak dengan kehadiran Yosandrea yang tiba-tiba. Kedua orang itu langsung gelagapan, berpikir untuk mencari jawaban atas pertanyaan Yosandrea.

"Soal ... itu ... apa, Gas?" ucap Annea.

"Soal ... kita—" ujar Bagas.

Yosandrea membulatkan matanya, ia langsung menutup mulutnya dengan ekspresi terkejut. "KALIAN JADIAN?!" teriak Yosandrea.

Bel masuk menyelematkan Bagas dan Annea. Setidaknya mereka tidak harus menjelaskan panjang lebar kepada Yosandrea tadi, meski mereka yakin istirahat nanti anak itu akan mendesaknya untuk bercerita. Namun, setidaknya soal lagu orisinal Band Legas, Yosandrea tidak mengetahuinya.

Kini suasana di kelas 12 IPS 3, hening. Hanya terdengar suara lembaran kertas yang dibuka, lalu decitan kursi saja. Masing-masing dari mereka fokus mengerjakan dan mengingat pelajaran yang tersimpan di kepala.

"Kenapa tadi bilang soal kita," bisik Annea pada Bagas.

"Gue gak tau harus jawab apa. Daripada lagu Band Legas bocor ke dia," sahut Bagas dengan bisikan juga.

Sudah menjadi hal biasa yang dilakukan oleh Legaskar Highschool, yaitu ketika ulangan tempat duduk mereka diubah menjadi laki-laki duduk dengan perempuan.

Hal itu dilakukan untuk menghindari menggosip di saat ulangan, padahal kenyataannya kelas 12 IPS 3 ini—mereka rukun bersatu antara laki-laki dan perempuan.

"Tapi nanti Rea mikirnya kita jadian Bagas ... lo lihat aja nanti istirahat mulut dia bakalan ember," bisik Annea.

"Gampang soal itu mah," sahut Bagas.

"Annea, Bagas!"

Keduanya tersentak setelah namanya disebut oleh guru pengawas.

"Bukan waktunya diskusi, kerjakan masing-masing."

"Iya Pak, maaf," sahut keduanya.

Mendengar itu, Yosandrea diam-diam tersenyum. Hal itu tentu diperhatikan oleh teman sebangkunya, Kenan. Kenan merasa penasaran kenapa Yosandrea tersenyum mendengar Annea dan Bagas ditegur.

"Kenapa senyum-senyum?" bisik Kenan.

"Mm ... nanti istirahat ada berita baru," sahut Yosandrea.

"Mereka jadian?" tebak Kenan.

"Nanti pokoknya," bisik Yosandrea.

***

Yosandrea ini sering kali terlambat untuk datang ke kantin, karena saat mendengar bel istirahat berbunyi Yosandrea selalu mampir ke toilet terlebih dahulu. Selain buang air kecil, ia selalu menjaga aroma tubuhnya dan penampilannya.

Sambil berjalan menyusuri koridor, Yosandrea sibuk membalas chat Bunda yang menanyakan keberadaan whisk, yang tadi pagi Yosandrea pakai untuk mengaduk adonan pancake. Lantaran terlalu fokus menatap ponselnya, Yosandrea tidak sadar dengan ada yang di depannya.

Bruk!

"Aduh!" teriak Yosandrea terkejut.

"Maaf—

"Maaf, Baby," ucap Argatha.

"Hah?" Yosandrea berkedip setelah Argatha menyebut panggilan yang dulu sering diucapnya.

"Eh—maksud gue sorry, Rea. Gue gak lihat," ucap Argatha.

Ketiga teman Argatha seketika tertawa seraya berjalan.

"Baby, Baby, Baby noo ... like." (Kenzo)

"Baby, Baby, Baby ohh ...." (Anggara)

"I thought you'd always be mine." (Jeno)

"Mine!" ucap Anggara, Kenzo dan Jeno serentak.

"Sialan!" umpat Argatha pada ketiga temannya itu, lalu ia berlari mengejar Kenzo, Anggara dan Jeno yang tampak berlari juga.

Lihat selengkapnya