Restoran Parker & Quinn malam itu cukup ramai oleh para pekerja Sterling Financial Partners yang berkumpul untuk makan malam sekaligus menyambut beberapa mantan rekan kerja mereka.
Mereka menempati satu meja panjang di tengah ruangan.
Ethan duduk bersama Derek, salah satu rekan kerjanya, di salah satu sisi meja. Beberapa kursi di seberang mereka, Julia sedang berbicara dengan Shamila, mantan rekan kerja mereka.
Ethan awalnya tidak berniat mendengarkan. Suara mereka hanya sesekali terdengar di antara percakapan lain dan bunyi peralatan makan.
Sampai suara Shamila terdengar lebih jelas.
Suara yang sudah enam bulan tidak ia dengar.
Suara yang ia rindukan.
Ethan meletakkan gelasnya perlahan di atas meja.
Wanita itu duduk hanya beberapa meter darinya, tetapi tetap tidak dapat ia sentuh.
Rambut hitamnya masih tertata rapi. Senyumnya masih lembut. Bahkan cara duduknya masih tenang seperti yang Ethan ingat saat mereka masih bekerja di tempat yang sama.
Saat Shamila masih menjadi istri seorang pria bernama Hamza Farooqi.
Hanya saja, kali ini ada yang berbeda. Wajah wanita itu terlihat lebih tirus daripada yang Ethan ingat.
"Aku turut menyesal mendengar perceraianmu, Sham," kata Julia lembut.
Wanita Afro-Amerika itu menepuk punggung tangan Shamila dengan penuh simpati.
Perceraian.
Tubuh Ethan menegang. Ia tidak menyangka satu kata itu akan terasa seberat ini.
"Tak apa, Jules. Aku sudah mulai menerimanya."