The Chain Of Youth

Haidee
Chapter #30

Simfoni Terindah

Samuel telah mengetahui bahwa Jefry menyatakan cinta pada wanita taksirannya. Ia hanya berharap Jefry bisa lebih terbuka dan jujur agar dia lebih memahami dirinya sendiri. Mungkin seperti dirinya yang selalu terus terang.

Nadia memberitahu alasan memilih Jefry, bahwa dia merasa lebih sejajar jika bersama Jefry. Walaupun Samuel tak kalah hebat.

Ketika ia ke rumah Jefry untuk mengembalikan topi bisbol miliknya. Dia mendapati sebuah gambar sketsa, dimana sketsa itu perempuan berkuncir satu. Agak percaya diri, tapi Nadia merasa itu dirinya. Saat itu saat jam kelas berlangsung dan Jefry membuat sketsa sambil membayangkan sosok Nadia yang sering menguncir satu rambutnya.

Dan sebuah karang berbentuk HATI. Ini mengingat pada saat senja di pantai, Jefry pernah memberinya di pantai. Jadi keduanya memiliki satu sama lain.

Tentang lelucon, keinginan Jefry pada Nadia saat di Pohon Harapan. “Aku harap kamu jadi pendamping hidupku di masa depan.” Dan debaran jantung yang dominan didekat Jefry saat berpoto bertiga.

Tak ketinggalan kata-kata Gisel : “Oke dengar bebs.... Kalau kamu menyukai dua orang dalam waktu yang sama, pilihlah yang kedua. Karna jika kamu benar-benar mencintai yang pertama, kamu tidak akan jatuh pada yang kedua.”

Apakah itu menjadi alasan? Kenapa intiusinya tidak besar menerima Samuel. Entah itu bagaimana datangnya, hatinya akhirnya jatuh pada pemuda tetangga kelasnya. Perasaan selalu datang tiba-tiba dan berjalan di luar prediksi.

**-**

Lebih dari tiga bulan telah berlalu sejak mereka terakhir bertemu saat perayaan tahun baru.

Musik klasik dan musik kontemporer hidup berdampingan asalnya. Kompetisi musik piano nasional yang diadakan tiap setahun sekali. Jika pada tahun sebelumnya, Samuel tidak ikut berpartisipasi. Maka tahun ini dia memtuskan mengambil bagian dalam kompetisi itu. Dia telah kehilangan kesempatan tahun sebelumnya. Kali ini ia tidak ingin melewatkan kesempatan ini.

“Kalau aku nggak salah, kudengar Samuel mendaftar untuk kompetisi nasional pianis.”

Sepertinya orang tua Samuel bertekad untuk mengembalikan dia ke dunia musik. Dengan satu syarat, anak lelakinya tidak boleh mengabaikan pendidikan lainnya.

“Aku berharap dia kembali. Aku sudah mendukungnya dari tahun lalu.”

“Sepertinya Ayahnya berubah pikiran.”

“Haha kalau begitu Samuel harus menenangkan kompetisi ini agar Jefry nggak kecewa.”

Samuel nampak ragu sendiri. “Meskipun aku belajar bertahun-tahun, tapu keterampilan aku biasa-biasa saja...”

“Itu hanya menurutmu saja.”

**-**

Hari demi hari. Samuel mulai mempersiapkan kompetisi piano. Para sahabatnya hanya memberi dukungan dari jauh terus menerus.

Jefry : Bagaimana persiapan kompetisimu, Sam?

Samuel : Sejauh ini semuanya lancar.

Gisel : Kami menantikan penampilanmu.

Nadia : Jangan mengecewakanmu kami.

Yudha : Meskipun jauh. Ingat! Kami selalu mendukungmu.

Setelah melewati babak penyisihan hari pertama dengan sempurna. Dengan jeda hanya tiga hari. Selanjutnya, hari kedua babak enam belas besar. Samuel sangat berlatih meningkatkan kemampuannya dalam kesempatan. Dan pada akhirnya, hanya sekitar sepuluh pianis yang dapat memasuki babak final. Di antaranya, Samuel berhasil mencapai final dengan sukses.

Lihat selengkapnya