The Chirity

capa
Chapter #1

#1

"Jangan di-smash terus dong!" Suara Reina terdengar setengah kesal dari seberang net. Nafasnya sudah mulai tidak teratur setelah beberapa menit terakhir terus dipaksa bertahan. Seina, yang berdiri di sisi lain lapangan, sama sekali tidak menjawab. Matanya tetap fokus mengikuti arah kok yang melayang. Begitu kesempatan terbuka, ia melompat sedikit dan...

Smash!

Kok jatuh tajam di sudut lapangan. Reina terlambat bergerak. Poin lagi untuk Seina.

Beberapa menit kemudian, latihan kecil mereka akhirnya selesai. Keduanya berdiri di tengah lapangan, sama-sama terengah. Skor di papan kecil menunjukkan angka yang tidak jauh berbeda. Namun tetap saja Seina menang.

Reina menjatuhkan tubuhnya ke lantai lapangan dengan dramatis.

"Ah, males!" gerutunya. "Kamu curang. Mainnya smash terus."

Seina mengambil handuk di bangku pinggir lapangan lalu mengusap keringat di dahinya.

"Namanya juga nyari poin," jawabnya santai.

Reina mendengus kesal. "Bulutangkis itu bukan cuma soal mukul keras, tau."

"Terus apa?" tanya Seina sambil meneguk air minum.

"Strategi. Feeling!" kata Reina sambil menggenggam raketnya seperti sedang memberi kuliah.

Lihat selengkapnya