The Curse

KaiyaJeong
Chapter #1

Chapter 1

"Jadi singkatnya lo mau ga kerja di rumah gue ?"

"Jujur aja, gue udah naksir lo dari pertama liat. Lo itu tipe gue banget sumpah.."

Jadi siapakah gerangan gadis berambut merah yang bicara ngawur di depannya kini ?

Kalau benar ia tertarik pada Youngmin. Alih-alih menyatakan cinta, ia justru menawarinya pekerjaan. Bukankah terdengar aneh?

Jadi apa niat sebenarnya dibalik senyum mencurigakan itu ?

Di detik pertama Youngmin nampak membetulkan kacamata bulatnya yang terasa melorot. Baru setelah itu, memperhatikan balutan busana merk ternama dari ujung kepala sampai ujung kaki, yang Youngmin perkirakan berharga puluhan juta. Si pemuda itu setengah bergidik. Ini timing yang bagus. Ia baru kehilangan mata pencaharian dan seorang titisan Tuhan tiba-tiba muncul dan menawarinya pekerjaan.

Youngmin menghela napas. Meskipun dari luar tampak normal namun entah mengapa Youngmin justru melihatnya seperti gadis gila. Bagaimana cara bicaranya. Cara menatapnya. Terasa sangat aneh. Pandangan Youngmin kembali ke atas meja. Dimana mie instannya memanggil-manggil minta dilahap. Si surai gelap itu menghela napas, agaknya bisikan semu di kepalanya membuat Youngmin ragu. Gadis itu anak orang kaya dan sudah jelas jika kemiskinannya membuat surai merah itu tertarik untuk mempermainkannya. Youngmin pernah menonton ini di drama. Tapi orang kaya cenderung bersikap seenaknya hanya karena mereka punya banyak uang dan kekuasaan. Youngmin tidak siap untuk hal semacam ini. Ia akan memilih pekerjaan yang lebih normal. Misalnya menjadi kurir pengantar makanan cepat saji atau apa pun dengan resiko bahaya yang kecil.

Youngmin tidak menggubris. Rasanya lebih baik jika mulutnya diam dan menganggap apa yang keluar dari bibir si Surai merah hanya angin lewat semata.

"Gue tau lo bisa ngeliat hantu." Gadis bersurai merah itu mencicit.

Tanpa permisi ia duduk tepat di samping Youngmin. Menyeruput susu kotak miliknya yang belum dibuka. Kedua manik mata si gadis menatap lurus ke depan kaca di sebrangnya. Pagi ini langit sedang merajuk. Ada gumpalan awan berwarna hitam dan mulai turun hujan. Syukurlah dia berada di dalam Seven Eleven sekarang dan berhasil mencuri sarapan seorang lelaki miskin. "Gue juga gitu soalnya."

Youngmin langsung menoleh ke arah si surai merah dengan mata melebar sempurna. Mulutnya penuh dengan makanan sampai kesulitan berbicara, sebagai gantinya kini mata si pemuda lah yang seolah mencicit. 'Beneran?'

Si surai merah mengangguk sekali."Ya. Kakak yang pake baju ijo disana, lo bisa liat ga ? Dia udah dua hari lontang-lantung disana. Mukanya bingung kaya orang tersesat."

Lihat selengkapnya