The Destiny Of Parallel Worlds: Chosen As The Hero Commander (Ghost of Fluoran)

Eternity Universe
Chapter #14

CHAPTER 12 : Kehangatan dan Rumor

"Jangan tertipu oleh kecantikan Kak Chinua. Faktanya, usianya sudah mencapai empat puluh tiga tahun." Mendengar pernyataan itu, alisku spontan terangkat.

"Hah!? Empat puluh tiga tahun? Kok bisa cewek secantik itu sudah di usia empat puluhan? Dia masih kayak anak remaja. Gimana bisa?" gumamku, bingung.

Aku jadi teringat novel-novel Fantasi Timur yang pernah kubaca. Biasanya, para Kultivator tampak awet muda karena mengonsumsi tanaman herbal, seperti ginseng. Mungkin saja itulah yang membuat Chinua terlihat muda. Di dunia ini, pasti ada berbagai cara untuk menjaga penampilan tetap segar, apalagi dengan keberadaan sihir.

"Kamu nggak bohong, kan?"

"Hah? Aku bohong? Enggak, aku serius! Kakak yang harusnya jujur! Orang yang baru pertama kali ketemu pasti bakal mikir dia masih remaja. Padahal aslinya, udah emak-emak," jawab Chengiz, tak menyadari bahwa suaranya cukup keras hingga terdengar oleh Chinua.

"Saudara Chen, suara Anda terlalu keras," tegurku, menatapnya dengan khawatir.

"Hah? Kenapa?" Chengiz baru saja menyadari kesalahannya. Chinua, yang mendengar ucapannya, langsung mencengkeram bahu Chengiz dengan kuat.

"Kamu ngomong apa barusan, hah!?" Chinua menatapnya tajam dari belakang, mencoba mengintimidasi.

"Hiii~ Chin'jiejie!!!"

"Dasar sialan!!!"

'Buuk' "Ugh!!!" Dengan kekuatan penuh, Chinua memukul dagu Chengiz hingga dia terlempar ke udara.

"Rasakan pukulan dari emak-emak, dasar adik nggak berguna!!" ujar Chinua dengan marah, mengeluarkan emosinya.

"Ampun, Chin'jiejie!!" teriak Chengiz saat tubuhnya terlempar.

"Ngeri juga itu pukulan. Aku bisa K.O cuma dalam sekali serang," gumamku dengan cemas, berusaha memahami kekuatan Chinua yang mengejutkan.

Kami semua yang menyaksikan insiden itu hanya bisa tersenyum canggung. Suasana tegang, tapi tak lama kemudian, gadis harimau yang bersamaku menarik ujung bajuku.

"Tu... Tuan, kita belum pernah saling mengenal sebelumnya! Bolehkah saya memperkenalkan diri?" tanyanya dengan malu-malu.

Aku tersadar, memang benar, meskipun kami sudah cukup lama bersama, aku dan gadis ini belum saling memperkenalkan diri secara formal.

"Ah, benar. Kita belum sempat kenalan, ya. Namaku Sapta Yudha. Kamu bisa panggil aku Yudha atau Sapta, sesuka hatimu."

Lihat selengkapnya