THE DIGITAL STALKER

N. Y. YONS
Chapter #10

The True Phantom

"Tidak mungkin," Arga mundur selangkah, menabrak pagar atap, suaranya kini kehilangan seluruh kepercayaan diri yang tadi meluap-luap. "Kau... kau sudah mati. Aku melihat laporan kematianmu."

"Aku memang mati. Di dunia nyata," jawab Phantom dingin, setiap kata keluar dengan kendali yang mengerikan, seperti seseorang yang sudah menunggu bertahun-tahun hanya untuk mengucapkan kalimat ini. "Setelah kau mengambil semua yang kumiliki, semua kodenya, dan membunuh reputasiku dengan menyebarkan data palsu, aku memutuskan untuk menjadi hantu. Kau pikir kau yang menciptakan Black Mirror Digital? Tidak. Aku yang menciptakan semua sistem security-nya. Aku yang merancang semua firewall yang sekarang kau gunakan. Kau hanya mencuri source code-ku dan mematenkannya, persis seperti yang kau lakukan pada Alya."

Phantom adalah mantan mentor Arga di dunia cybersecurity, seorang jenius yang karirnya dihancurkan dan datanya dicuri oleh Arga bertahun-tahun yang lalu. Semua yang Arga tahu tentang manipulasi digital, ia pelajari dari Phantom, setiap trik, setiap celah, setiap cara membuat seseorang percaya bahwa pengawasan adalah bentuk cinta.

Alya berdiri mematung, mencerna kebenaran itu dengan kecepatan yang terasa terlalu lambat untuk otaknya yang sudah kewalahan. Dua predator yang berdiri di hadapannya bukanlah musuh dan penyelamat. Mereka adalah guru dan murid, dua sisi dari mata uang yang sama, dua orang yang sama-sama memandang manusia sebagai data yang bisa dimiliki.

"Kau pikir aku tidak tahu kau menyusup? Aku membiarkanmu menyusup! Aku tahu kau akan menggunakannya untuk menghancurkan Alya. Karena Alya adalah glitch yang bisa membawaku kembali ke sini, ke puncak menaraku sendiri!" Arga berteriak, suaranya mulai pecah oleh panik yang tidak lagi bisa ia sembunyikan di balik jas mahalnya.

Phantom maju satu langkah, matanya menyala. "Tidak, Arga. Alya bukan glitch. Dia adalah data terbaik. Dia adalah yang paling berharga. Kau tidak akan menyentuhnya. Dia adalah koleksiku yang baru."

Kata "koleksiku" itu menghantam Alya lebih keras daripada kata "aset" yang pernah diucapkan Arga bertahun-tahun lalu. Setidaknya Arga tidak pernah berpura-pura kata itu adalah sesuatu yang indah.

Arga menarik pisau lipat dari sakunya. "Cukup omong kosong hacker! Aku akan membunuhmu lagi, dan kali ini, aku akan membunuh Alya juga! Dia terlalu banyak tahu! Dia akan jadi data yang hilang!"

Pertarungan fisik pecah. Phantom bergerak dengan presisi yang mengejutkan. Dia menghindari tusukan pisau Arga, menggunakan keterampilan bela diri yang jauh berbeda dari keahlian digitalnya. Bukan tinju brutal, melainkan gerakan cepat, mematikan, yang fokus pada sendi dan titik lemah, gerakan seseorang yang sudah lama, lama sekali, menyiapkan tubuhnya untuk momen balas dendam yang akhirnya tiba.

Lihat selengkapnya